Jelang Panen Raya, Pemprov Lampung Diminta Jaga Stabilitas Harga Gabah

maka perlu diperhatikan tentang stabilitas harga gabah tingkat petani

Wakos Reza Gautama
Selasa, 12 April 2022 | 12:41 WIB
Jelang Panen Raya, Pemprov Lampung Diminta Jaga Stabilitas Harga Gabah
Ilustrasi Gabah Kering. Pemprov Lampung diminta menjaga stabilitas harga gabah jelang panen raya. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Pengamat ekonomi Lampung Nairobi mengingatkan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjaga stabilitas harga gabah petani menjelang panen raya.

"Lampung adalah daerah penghasil komoditi pertanian, maka perlu diperhatikan tentang stabilitas harga gabah tingkat petani," ujar pengamat yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Unila, Nairobi dalam Musrenbang Provinsi Lampung, Senin (11/4/2022).

Ia mengatakan, perlu dijaganya stabilitas harga gabah tingkat petani tersebut dilakukan untuk menyambut musim panen raya padi di Lampung.

"Perkembangan harga gabah setiap tahunnya saat panen raya selalu turun, di bulan April 2022 akan mulai panen jadi perlu di jaga agar harga tidak merugikan petani," katanya.

Baca Juga:Catat Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas saat Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Lampung Besok

Menurutnya, pemerintah harus bekerja dengan keras agar harga gabah yang diterima petani bisa lebih layak untuk menjamin kesejahteraan petani.

"Kalau tidak dijaga maka kemiskinan akibat tidak ada jaminan kesejahteraan petani akan terus terjadi, lalu kenaikan harga juga tidak terelakkan," ucapnya.

Dengan banyaknya jenis komoditas pangan berpotensi di Lampung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bila dikelola dengan baik.

"Kita memiliki komoditas pangan yang relatif baik, seperti jagung, sapi, gula, kedelai. Ini cukup berpotensi apalagi Lampung ini surplus ketersediaan pangan dan ini menunjukkan potensi pangan kita stabil. Sehingga stabilitas pangan mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat," tambahnya.

Lampung menjadi salah satu daerah penghasil komoditas pertanian salah satunya padi yang pada tahun 2021 produksi padi mencapai 3,3 juta ton, dan pada tahun 2022 telah mencanangkan peningkatan indeks pertanaman menjadi 400.

Baca Juga:Papan Bunga Matinya Demokrasi di Unila Dipindah Satpam ke Tempat Sampah, Buntut BEM Unila yang Tak Dilantik

Pada tahun 2019 memiliki luas lahan baku sawah mencapai 361.699 hektare, sedangkan 86.000 hektare di antaranya merupakan lahan rawa yang dapat digunakan sebagai lahan pertanian. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini