Gelembungkan Anggaran Makan Minum DPRD Pringsewu, Mantan Kasubbag DItuntut 1 Tahun 4 Bulan Penjara

markup makan dan minum di DPRD Pringsewu, jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp50 juta.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 03 Februari 2022 | 13:52 WIB
Gelembungkan Anggaran Makan Minum DPRD Pringsewu, Mantan Kasubbag DItuntut 1 Tahun 4 Bulan Penjara
Ilustrasi persidangan. Mantan Kasubbag di DPRD PRingsewu dituntut pidana penjara satu tahun dan empat bulan karena gelembungkan anggaran makan minum rapat di DPRD PRingsewu. [Antara]

SuaraLampung.id - Sri Wahyuni, terdakwa korupsi penggelembungan dana makan dan minum DPRD Pringsewu dituntut pidana penjara selama satu tahun dan empat bulan.

Tuntutan ini dibacakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu Marwan Jaya Putra melalui Fuad Alfano dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Kamis (3/2/2022).

Selain menuntut terdakwa dengan pidana penjara, dalam perkara markup makan dan minum di DPRD Pringsewu tersebut, jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp50 juta.

"Jika harta dan benda nya tidak mencukupi, maka diganti dengan kurungan penjara selama lima bulan," kata dia.

Baca Juga:Tersangka Kasus Korupsi Pasar Balung Gugat Praperadilan, Polres Jember: Kami Siap

Fuad Alfano menambahkan, pada tuntutan tersebut, hal yang memberatkan nya adalah bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan negara.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan telah membayar kerugian negara sebesar Rp311.821.300.

"Terdakwa telah membayar 100 persen kerugian negara," kata dia lagi.

Dalam perkara tersebut, terdakwa yang merupakan Kasubbag Fasilitasi dan Koordinasi Sekretariat di DPRD Pringsewu terbukti melanggar Pasal 3 Juncto Pasal 18 ayat (1) UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penasihat hukum terdakwa, Heri Alfian usai mendengarkan pembacaan tuntutan oleh jaksa, dirinya meminta waktu kepada Majelis Hakim, Hendro Wicaksono untuk melakukan pembelaan secara tertulis.

Baca Juga:Di Usia 71 Tahun, Mantan Gubernur Alex Noerdin Jalani Dua Sidang Korupsi Sekaligus

"Kami minta tenggang waktu selama satu minggu yang mulia," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini