Nilai Ekspor Lampung Sebesar 4,4 Miliar Dolar Amerika Serikat di Tahun 2021

ekspor Provinsi Lampung, di masa pandemi ini justru mencatat nilai tertinggi selama 10 tahun

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 24 Desember 2021 | 09:19 WIB
Nilai Ekspor Lampung Sebesar 4,4 Miliar Dolar Amerika Serikat di Tahun 2021
Ilustrasi ekspor-impor. Nilai ekspor Lampung tembus angka 4,4 miliar Dolar Amerika Serikat di tahun 2021. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Nilai ekspor  Provinsi Lampung periode Januari-November 2021 mencapai 4,4 miliar dolar Amerika Serikat atau 2,1 persen dari total ekspor nasional.

Staf Ahli Bidang Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI,  Arlinda, mengatakan hal tersebut pada acara pelepasan ekspor akhir tahun 2021 yang berlangsung secara hybrid di 62 kabupaten/kota, di  PT Great Giant Pineapple Lampung Tengah, Kamis (23/12/2021). 

Pelepasan ekspor secara simultan di 17 titik wilayah di Indonesia, dengan lokus utama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yaitu bertempat di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Karawang International Industry City, yang dipimpin pelepasannya oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. 

Arlinda menambahkan, salah satu penyumbang terbesar dari share ekspor Provinsi Lampung  adalah  PT Great Giant Pineapple yang merupakan eksportir nanas terbesar di dunia.

Baca Juga:Kurang Uang, Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Titip Istri Jadi Calon Bupati ke Azis

Selain beberapa perusahaan asal Lampung lainnya yang ekspornya ikut dilakukan pada pelepasan hari ini yaitu PT LDC Trading Indonesia, PT Rubber Jaya, PT Sarimakmur Tunggal Mandiri, dan PT Bukit Asam.

Dalam statistik, Lampung berkontribusi untuk produksi kopi robusta sebesar 22,63 persen dari produksi nasional, lada hitam berkontribusi 27,58 persen produksi nasional serta nanas kaleng yang merupakan pemasok 26 persen kebutuhan dunia.

Kegiatan pelepasan ekspor produk bernilai tambah ini merupakan wujud konkret dukungan pemerintah kepada para pelaku bisnis untuk terus berupaya dalam meningkatkan nilai ekspor  Indonesia. 

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginspirasi dan memotivasi pelaku usaha lain untuk terus mengembangkan ekspornya dengan tetap mendorong inovasi dan daya saing produk.

Kegiatan pelepasan ekspor ini dilaksanakan di 26 Provinsi, 62 Kabupaten dan  diikuti oleh 278 pelaku usaha yang terdiri dari 54 UKM dan 224 non UKM. 

Baca Juga:Masyarakat Mesuji Serahkan Senjata Api Rakitan ke Polres

Adapun negara tujuan ekspor dalam kegiatan pelepasan ekspor ini  tercatat  87 persen pasar tradisional  dan selebihnya 13 persen pasar non tradisional seperti Kolombia, Pakistan, Kamboja dan lain-lain. produk yang diekspor sangat beragam di antaranya batubara, otomotif, minyak sawit dan turunannya, produk perikanan dan kelautan, karet dan produk karet, makanan dan minuman olahan dan lain-lain.                    

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini