facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Balita 18 Bulan Tewas Tertabrak Kereta Api Babaranjang, Ibu Korban Pingsan

Tasmalinda Rabu, 17 November 2021 | 12:16 WIB

Kronologi Balita 18 Bulan Tewas Tertabrak Kereta Api Babaranjang, Ibu Korban Pingsan
Lokasi kejadian balita 19 bulan tertabrak kereta api babaranjang [Suara.com/Ahmad Amri]

Seorang balita 18 bulan tertabrak kereta api Babaranjang di Dusun Srimulyo, Kecamatan Natar Lampung Selatan.

SuaraLampung.id - Peristiwa mengenaskan dialami seorang balita bernama Bagus Irama yang menjadi korban tertabrak kereta api babarajang di Dusun Srimulyo, Natar Lampung Selatan, Lampung.

Peristiwa terjadi Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Kronologisnya, ibu korban Hartini (35) sempat pingsan saat mengetahui kejadian tersebut. Sementara jenazah sang bayi sudah dibawa ke RSUD Abdul Moeloek.

Diketahui, jika jarak rumah korban hanya sekitar 20 meter dari areal rel kereta api, dari lokasi korban tertabrak.

 Suci (30) tetangga korban sekaligus saksi mata mengatakan, sebelum kejadian korban bermain pasir di depan rumahnya. 

Baca Juga: Realisasi Melebihi Target, Bank Sumsel Babel Ajukan Tambahan KUR

"Sebelum kejadian korban bermain sama anak dan kakaknya bernama Irfan di gundukan pasir karena saya mau mandi, jadi anak saya, saya suruh masuk,"katanya.

Namun tidak beberapa lama kemudian, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi.

"Enggk lama saya masuk mau mandi, dengar suara terikan, "mamak, Adek, " kata Suci menuru terikan kakak korban. 

Suci mengungkapkan setelah mendengar suara terikan dari kakak korban, ia langusng keluar melihat ke arah rel kereta api melihat korban yang kondisinya sudah mengenaskan. 

"Saya keluar rumah masih pakai handuk karena mau mandi. Saya lihat kakak korban menunjuk ke arah rel, terus saya lihat kondisi tubuh korban sudah terpotong misah antara kepada dan bagian kakinya, jadi saya mau nolong apa, " jelasnya. 

Baca Juga: Kolaborasi Maksimalkan Promosi Wisata di Sumsel, AMSI Sukses Gelar Road to IDC

Setelah melihat kondisi korban yang sangat parah, ia tidak berani untuk menolong korban.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait