alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Mahasiswa Terjebak Arus Sungai Usai Kibarkan Merah Putih di Gunung

Wakos Reza Gautama Rabu, 18 Agustus 2021 | 12:31 WIB

Puluhan Mahasiswa Terjebak Arus Sungai Usai Kibarkan Merah Putih di Gunung
Tim SAR evakuasi mahasiswa terjebak arus sungai usai kibarkan bendera Merah Putih di Gunung Amonggedo, Konawe, Sulawesi Tenggara. [ANTARA]

Puluhan mahasiswa ini melakukan pengibaran bendera Merah Putih di Gunung Amonggedo, Konawe, Sultra

SuaraLampung.id - Sebanyak 36 mahasiswa dari Komunitas Pencinta Alam Sampara (Kompas) terjebak di sungai setelah pengibaran bendera Merah Putih di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Puluhan mahasiswa ini melakukan pengibaran bendera Merah Putih di Gunung Amonggedo, Konawe, Sultra pada 17 Agustus 2021. 

Saat hendak kembali, merke terjebak di sungai berarus deras sehingga tidak bisa kembali. Tim SAR gabungan diturunkan untuk membantu mengevakuasi para mahasiswa ini. 

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan para korban dievakuasi saat hendak melewati aliran sungai kedua sekitar pukul 01.21 Wita.

Baca Juga: Apriyani Rahayu Dapat Bonus Rumah dan Sapi di Kampung Halaman

"Pada pukul 01.21 Wita korban berhasil diketemukan pada saat akan menyeberangi aliran sungai yang kedua dimana kondisi arus sudah memungkinkan untuk dilalui," kata dia melalui rilis humas Basarnas Kendari, Rabu (18/8/2021) dikutip dari ANTARA.

"Seluruh korban yang berjumlah 36 orang berhasil dievakuasi dan tiba di posko bendungan Ulubenua dalam keadaan selamat," katanya.

Tim Basarnas Kendari sebelumnya berada di daerah Amonggedo pada pukul 21.50 Wita dan melakukan koordinasi dengan unsur terlibat yakni Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara dan masyarakat setempat melakukan penilaian (assesment) jalur evakuasi.

Setelah melakukan penilaian lokasi sampai pukul 00.06 Wita, Tim SAR gabungan memutuskan penjemputan dilaksanakan pagi hari Rabu (18/8/2021) pukul 06.00 Wita.

Ini dilakukan mengingat kondisi jalur evakuasi yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai.

Baca Juga: Pembunuh TKA China di Konawe Ditangkap, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Namun, karena para korban ternyata telah berusaha kembali dan hendak melewati aliran sungai kedua, tim SAR gabungan lalu bergerek cepat membantu para pecinta alam itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait