Diberitahu Makna Tauhid, WS Rendra Menangis di Pangkuan Cak Nun

Cak Nun punya kenangan tersendiri bersama WS Rendra.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 10 Agustus 2021 | 06:20 WIB
Diberitahu Makna Tauhid, WS Rendra Menangis di Pangkuan Cak Nun
Cak Nun cerita pengalaman bersama WS Rendra. [YouTube CakNun.com]

Mengenai kepindahan agama Rendra dari Nasrani ke Islam, Cak Nun mengaku dirinya sama sekali tidak pernah mensyahadatkan sahabatnya itu.

"Saya cuma bilang mas bahwa anda itu mengakui Allah bersumpah mensyahadati Allah dalam hidup sampeyan itu bisa anda lakukan dengan mencari tempat dimanapun tapi pedomannya adalah bahwa anda mengakui Allah sehingga anda menjadi muslim," beber Cak Nun. 

Cak Nun lalu bercerita salah satu momen paling membekas dirinya dengan Rendra. Pada suatu hari Rendra datang ke Pendopo Kadipiro, kediaman Cak Nun di Yogyakarta. 

Di pertemuan itu, Rendra bertanya ke Cak Nun mengenai arti sebenarnya tauhid dalam satu kata.Cak Nun menjawab bahwa tauhid itu adalah ngawiji. 

Baca Juga:Istri WS Rendra, Ken Zuraida Meninggal Dunia di RS Antam Medika

Ternyata kata Ngawiji itu kan sangat legendaris dalam pengalaman kultural dan batiniah Rendra. 

"Mendengar kata ngawiji itu dia merembeng, terus dia meneteskan air mata terus menangis tersedu-sedu di pangkuan saya," kata Cak Nun. 

Menurut Cak Nun, kata ngawiji itu sangat rohaniah dalam kultur Jawa. Ngawiji artinya menyatu.

"Jadi tauhid itu menyatukan diri kepada Allah tergantung konteks nya. Kalo konteksnya kekuatan, yang tidak berdaya menyatu kepada Yang Berdaya. Karena manusia tidak berkuasa, menyatu kepada Yang Berkuasa," jelas Cak Nun. 

Mendengar arti tauhid adalah ngawiji membuat Rendra bersyukur karena mengalami sebuah keindahan dalam hidup.

Baca Juga:Indonesia Berduka, Ken Zuraida Tutup Usia

"Jadi menurut Mas Willy, terjemahan tauhid menjadi ngawiji sangat indah karena dia seorang seniman. Jadi dia nomor satu sensornya adalah sensor keindahan. Rendra itu sangat peka dengan keindahan. Jadi hidupnya Rendra itu operating systemnya adalah keindahan," ujar Cak Nun. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak