Sony menerima tawaran tersebut. Sebagai lulusan pesantren, Sony orang yang rajin ibadah. Ia sering salat berjemaah di musala di sela kerjanya.
Sony lalu berjumpa dengan imam di musala itu. Sang imam menawarkan Sony bekerja membantunya berdagang bakso. Sony menerima tawaran itu.
Sony awalnya bekerja sebagai pedagang bakso keliling. Setelah memiliki modal cukup, Sony memutuskan membuka sendiri usaha bakso dengan membuat resep buatannya sendiri.
Dikutip dari https://logytex.blogspot.com/2016/04/bakso-sony-bakso-yang-bikin-ketagihan.html, Sony membuka kios di depan Masjid Al Abror, Bandar Lampung.
Baca Juga:Penyelundupan 16 Kg Sabu Digagalkan Aparat Polres Lampung Selatan
Lama kelamaan usahanya makin berkembang. Hingga akhirnya Sony membuka kios Bakso Sony di Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung. Tempat itu menjadi pusat gerai Bakso Sony di Bandar Lampung.
Makin berkembang, Sony memutuskan membuka gerainya di berbagai tempat. Hingga kini tercatat Bakso Sony sudah membuka 18 gerai di Bandar Lampung. Bahkan di luar Bandar Lampung juga kini sudah ada gerai Bakso Sony.
Ekspansi Bakso Sony bahkan sampai ke luar Lampung. Untuk mendapatkan kualitas bakso yang maksimal, Sony sampai membeli mesin pengolah bakso dari Jerman seharga Rp2 miliar.
Sony juga membuka peternakan sapi sendiri untuk memasok daging sapi bagi usaha baksonya. Dalam sehari, Sony menyembelih lebih kurang 10 sapi untuk memasok daging sapi bagi usaha Bakso Sony.
Baca Juga:Vaksinasi Massal di Diskes Lampung Timbulkan Kerumunan, Eva Dwiana Turun Tangan