alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masalah Ekonomi karena Pandemi Covid-19, Ribuan Istri di Palembang Gugat Cerai Suami

Wakos Reza Gautama Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB

Masalah Ekonomi karena Pandemi Covid-19, Ribuan Istri di Palembang Gugat Cerai Suami
Suasana ruang tunggu Pengadilan Agama Palembang. Ribuan istri di Palembang menggugat cerai suami di masa pandemi COVID-19. [ANTARA]

Ribuan istri di Palembang, Sumsel, ini mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama

SuaraLampung.id - Pandemi COVID-19 yang terjadi berdampak pada keharmonisan rumah tangga. Terbukti di Palembang, Sumatera Selatan, ribuan istri menggugat cerai suaminya.

Ribuan istri di Palembang, Sumsel, ini mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama karena masalah ekonomi yang mendera di masa pandemi COVID-19.

Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang, Sumsel mencatat kasus perceraian atau gugat cerai yang diajukan para istri paling banyak ditangani di masa pandemi COVID-19 sepanjang 2021 ini.

"Berdasarkan data hingga Juni 2021, kami telah memproses 1.265 kasus perceraian yang sebagian besar diajukan oleh istri," kata Juru Bicara Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang Raden Acmad Syarnubi, di Palembang, Kamis (24/6/2021) dilansir dari ANTARA.

Baca Juga: Ribuan Istri di Sumsel Gugat Cerai Suami saat Pandemi, Pemicu dari Akhlak hingga Selingkuh

Menurut dia, permohonan cerai yang diterima pihaknya pada tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, yakni sebagian besar adalah gugat cerai.

Berdasarkan data per Juni ini, setiap bulannya rata-rata terdapat 210 orang istri yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Palembang.

Sedangkan suami yang mengajukan cerai dalam semester pertama tahun ini tercatat 356 orang atau rata-rata hanya 59 orang per bulan.

Beberapa alasan perceraian yang diajukan pasangan suami istri di Bumi Sriwijaya ini, seperti rumah tangga mereka tidak harmonis lagi akibat pengaruh krisis keuangan atau permasalahan ekonomi, krisis akhlak, dan karena adanya orang ketiga atau wanita/pria idaman lain, katanya.

Dia menjelaskan, sebagian besar perkara perceraian yang masuk, bisa diselesaikan secara baik dengan keputusan cerai, dan tidak sedikit pasangan suami istri bisa dirujukkan kembali atau dipersatukan kembali untuk melanjutkan pernikahan yang sempat bermasalah.

Baca Juga: Pendangkalan Sungai Musi Jadi Biang Kerok Terhambatnya Distribusi Pupuk Pusri

"Kami tidak hanya menerima gugatan suami atau istri yang akan bercerai dan mengabulkan gugatan itu, tetapi cukup banyak juga yang berhasil didamaikan dan bisa rujuk kembali," ujar Raden. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait