Keluarga Pasien Kecewa, Jenazah Sempat Terhenti di Pinggir Jalan Akibat Ambulans Rusak

Ambulans tersebut diketahui milik Rumah Sakit Umum Ahmad Yani, Kota Metro.

Suhardiman
Senin, 23 Februari 2026 | 15:12 WIB
Keluarga Pasien Kecewa, Jenazah Sempat Terhenti di Pinggir Jalan Akibat Ambulans Rusak
Jenazah dari rumah sakit umum Ahamd Yani Kota metro, di pindah ke ambulance lain karena mobil ambulans milik pemerintah itu rusak. [Suara.com / Agus Susanto]
Baca 10 detik
  • Ambulans milik RSU Ahmad Yani mogok di Jalan Lintas Timur saat membawa jenazah pada 23 Februari 2026.
  • Akibat kerusakan mesin, perjalanan menuju Desa Wana terhenti selama 1,5 jam untuk menunggu ambulans pengganti datang.
  • Pihak keluarga merasa kecewa atas kendala teknis tersebut karena mereka telah membayar layanan sebesar Rp1,3 juta.

SuaraLampung.id - Keluarga pasien mengaku kecewa setelah jenazah yang dibawa menggunakan ambulans sempat terhenti di pinggir Jalan Lintas Timur, wilayah Kecamatan Labuhanratu, selama sekitar 1,5 jam.

Ambulans tersebut diketahui milik Rumah Sakit Umum Ahmad Yani, Kota Metro. Peristiwa itu terjadi saat ambulans dengan nomor polisi BE 9045 FZ mengantarkan jenazah dari rumah sakit menuju Desa Wana, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, Senin, 23 Februari 2026. Namun di tengah perjalanan, kendaraan mendadak mengalami kerusakan mesin.

Sopir ambulans, Yayan, mengatakan dirinya berangkat dari rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB setelah jenazah dinyatakan meninggal dunia. Setibanya di Jalan Lintas Timur, mesin kendaraan tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan kembali.

“Saya lihat ada kerusakan di bagian mesin, mobil tidak bisa hidup lagi,” kata Yayan saat dikonfirmasi.

Ia kemudian menghubungi rekan sesama sopir ambulans di rumah sakit yang sama untuk meminta bantuan. Dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam hingga ambulans pengganti tiba di lokasi dan jenazah dapat kembali diberangkatkan.

Pihak keluarga almarhumah, Fitria, menjelaskan bahwa saudaranya, Ernawati, sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani karena penyakit dalam yang telah mengalami komplikasi. Setelah beberapa hari dirawat, Ernawati mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB.

“Sudah beberapa hari dirawat karena penyakit dalam yang komplikasi. Senin pagi sekitar jam 10 dinyatakan meninggal,” ujar Fitria.

Menurutnya, kondisi ambulans yang mengalami kerusakan di tengah perjalanan menimbulkan kekecewaan pihak keluarga. Terlebih, layanan ambulans tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 1,3 juta.

“Ya kecewa lah, Mas. Ini bawa jenazah berhenti di pinggir jalan karena mobilnya macet. Apalagi kami juga bayar Rp 1,3 juta. Harusnya mobil pemerintah untuk hal urgent seperti ini selalu terawat,” katanya.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Umum Ahmad Yani, Dwi Andari, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku akan berkoordinasi dengan pengelola ambulans untuk memberikan keterangan resmi. Namun hingga dua jam setelah konfirmasi, pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan lanjutan.

Kontributor : Agus Susanto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak