alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mayjen TNI Dudung Abdurachman Jabat Pangkostrad

Wakos Reza Gautama Rabu, 26 Mei 2021 | 08:19 WIB

Mayjen TNI Dudung Abdurachman Jabat Pangkostrad
Ilustrasi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Dudung Abdurachman dimutasi menjadi Pangkostrad.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menempati jabatan baru sebagai Pangkostrad.

SuaraLampung.id - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mendapat promosi jabatan. Dudung dimutasi menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad). 

Selain Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga memutasi puluhan perwira tinggi TNI lain. Total ada 80 pati TNI yang kena mutasi. 

Itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Dalam surat keputusan telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 80 Pati TNI terdiri dari 46 Pati TNI AD, 15 Pati TNI AL dan 19 Pati TNI AU.

Baca Juga: Tegas! Instruksi Pangdam Jaya Tanggapi Prajurit TNI AD Ditembak Mati Polisi

 "Dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis," demikian tertulis dalam keterangan Dispen TNI yang dikutip Suara.com, Rabu (26/5/2021).

Posisi Pangdam Jaya yang ditinggalkan Mayjen TNI Dudung Abdurachman diisi oleh Mayjen TNI Mulyo Aji dari Aspers Kasad. Kemudian terdapat Letjen Doni Monardo dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi Pati Mabes TNI AD menjelang masa pensiunnya.

Posisi Doni digantikan oleh Letjen TNI Ganip Warsito dari Kasum TNI dan Letjen TNI Eko Margiyono sebagai Pangkostrad menjadi Kasum TNI.

Sebelumnya, nama Dudung sempat mencuat di tengah publik karena tindakannya yang cukup keras terhadap eks Front Pembela Islam (FPI). Dengan lantang ia mengakui meminta anak buahnya untuk mencopot baliho-baliho bergambarkan pentolan eks FPI Habib Rizieq Shihab pada November 2020.

Bahkan Dudung menilai apabila diperlukan FPI dibubarkan karena baliho-baliho yang sudah dicopot kembali dipasang oleh simpatisan Rizieq.

Baca Juga: Polisi Tembak TNI, Pangdam Jaya Minta Anggota TNI Tidak Terprovokasi

"Kalau perlu, FPI bubarkan saja. Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," kata Dudung setelah apel kesiagaan pasukan bencana di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait