SuaraLampung.id - Kementerian Perhubungan melakukan survei mengenai mudik lebaran Idul Fitri 1442 hijriah. Hasil survei itu menunjukkan masih ada masyarakat yang akan tetap mudik walaupun diberlakukan larangan mudik.
Data survei Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa ada sebanyak 18 juta orang yang akan mudik di periode Lebaran Idul Fitri tahun ini. Jika dipersentase jumlah itu sebesar 7 persen dari masyarakat Indonesia.
Dalam diskusi daring FMB9 bertajuk "Jaga Keluarga, Tidak Mudik", Rabu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan dalam survei tersebut terungkap bahwa jika tidak ada larangan mudik, sebanyak 33 persen masyarakat akan mudik. Kemudian, jumlahnya menurun ketika ada opsi larangan menjadi sebanyak 11 persen.
"Setelah dilakukan pelarangan, turun jadi tujuh persen. Itu pun cukup banyak yaitu 18 juta. Kita, satgas, selalu ingin melakukan upaya-upaya sosialisasi tiada henti agar yang tujuh persen ini turun menjadi jumlah yang lebih sedikit sehingga kita bisa me-manage dan polisi bisa melakukan penyekatan dengan berwibawa tapi humanis," katanya dilansir dari ANTARA.
Baca Juga:H-1 Larangan Mudik, Polres Tangerang Kota Dirikan Posko Penyekatan-Cek Poin
Budi juga mengungkapkan hasil survei menunjukkan bahwa daerah tujuan utama di antaranya Jawa Tengah (lebih dari 30 persen), Jawa Barat (lebih dari 20 persen), disusul kemudian Jawa Timur, Banten, Lampung hingga Sumatera Selatan.
"Mereka rata-rata menggunakan angkutan mobil paling banyak, setelah itu motor. Berarti para gubernur harus melakukan koordinasi dengan baik," katanya.
Survei tersebut, lanjut Budi, juga mengungkapkan ada kecenderungan pemudik untuk melakukan mudik sebelum masa pelarangan.
"Kami harapkan di masa tidak ada larangan pun, saudara-saudara kita tidak melakukan mudik. Dan di masa pelarangan juga bisa melaksanakan dengan baik (dengan tidak mudik)," katanya. (ANTARA)
Baca Juga:Perbatasan DIY Dijaga Mulai Kamis Besok, Begini Ketentuan bagi Penglaju