Tolak Suap Rp 20 Miliar, Jenderal Ini Bongkar Mafia Alutsista TNI

Adanya permainan alutsista TNI ini pernah diungkap mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 30 April 2021 | 06:15 WIB
Tolak Suap Rp 20 Miliar, Jenderal Ini Bongkar Mafia Alutsista TNI
Ilustrasi KRI Nanggala 402 saat di perairan. Sengkarut pengadaan alutsista TNI. [bennybery/dok]

Pramono Edhie tidak ingin seperti itu. Ia merubahnya. Pramono Edhie siap pasang badan menghadapi orang-orang seperti itu. Bahkan ia siap menanggung segala resiko yang akan dialaminya.

Pramono Edhie tidak mau diatur oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu. Dia mengubah kebiasaan buruk yang sudah berlangsung lama di tubuh TNI.

Pengadaan alutsista di TNI diterapkan dengan cara G to G. Keputusan Pramono Edhie tidak melibatkan agen itu merugikan banyak pihak baik di dalam maupun luar negeri.

Orang-orang yang tidak setuju dengan pembelian tank Leopard itu langsung bereaksi. Di media massa beredar berita mengenai penolakan terhadap pembelian tank leopard.

Baca Juga:Sri Mulyani: THR Buat PNS dan TNI-Polri Dicairkan Mulai Besok

Mulai dari pengamat militer, purnawirawan, hingga anggota parlemen menyatakan ketidaksetujuannya dengan keputusan Pramono Edhie membeli tank leopard.

Mereka menjuluki Pramono Edhie sebagai Mr Leopard. Banyak alasan diajukan pihak penentang tank leopard. Ada yang mempersoalkan jalan-jalan dan jembatan yang dilalui tank leopard akan hancur.

Ini karena mereka beranggapan jalan dan jembatan di Indonesia tak mampu menahan beban tank leopard. Tank leopard itu berbobot 62 ton.

Pihak lain menyatakan tank leopard tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia. Ada juga yang berpendapat ancaman yang dihadapi Indonesia belum perlu menggunakan tank berat seperti leopard.

Penolakan ternyata tidak hanya datang dari dalam negeri. Pihak luar negeri juga ikut menentang pembelian tank leopard. Parlemen Belanda ikut menolak adanya rencana pembelian tank leopard.

Baca Juga:Kapolri: Anak Prajurit KRI Nanggala 402 Bakal Difasilitasi Jadi Polisi

Awalnya pemerintah Belanda setuju menjual tank leopard ke Indonesia.Namun karena ada penolakan dari parlemen, pemerintah belanda tidak berniat menjual tank leopard nya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini