alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Indonesia Masuki Musim Kemarau di Bulan April 2021

Wakos Reza Gautama Kamis, 25 Maret 2021 | 16:55 WIB

Indonesia Masuki Musim Kemarau di Bulan April 2021
Ilustrasi musim kemarau. Indonesia memasuki musim kemarau di bulan April 2021. [Pixabay/dekel]

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan,musim kemarau 2021 terjadi secara bertahap

SuaraLampung.id - Bulan April 2021 diperkirakan menjadi awal terjadinya musim kemarau di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tidak semua wilayah di Indonesia memasuki kemarau di bulan April.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, musim kemarau 2021 terjadi secara bertahap. Diprediksi akan mulai terjadi pada April 2021 yaitu untuk wilayah Nusa Tenggara dan Bali, lalu wilayah Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei hingga Juni 2021.

Dari total 342 Zona Musim (Zom) di Indonesia, sebanyak 22,8 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2021, yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

Kemudian sebanyak 30,4 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada bulan Mei 2021, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua.

Baca Juga: BMKG Prediksi DIY Masuki Musim Kemarau Mulai Bulan April Mendatang

Sementara itu, sebanyak 27,5 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada bulan Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua.

"Musim Kemarau pada tahun 2021 akan datang lebih lambat dengan akumulasi curah hujan yang mirip dengan kondisi musim kemarau biasanya. Artinya, musim kemarau 2021 cenderung normal dan kecil peluang terjadinya kekeringan meteorologis," ujar Dwi, Kamis (25/3/2021) dilansir dari ANTARA.

Sedangkan puncak musim kemarau 2021 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2021. Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat diharapkan untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, dan rawan terjadi kekurangan air bersih.

Pemerintah Daerah dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim kemarau ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan. (ANTARA)

Baca Juga: BMKG Prediksi Wilayah Banjarnegara akan Masuk Musim Kemarau Pada Bulan Juni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait