Cak Nun mengatakan, soal ungkapan itu masalahnya ada pada kita, pada pengelolaan menyetir pikiran dan manajemen kata dan bahasa sedemikian rupa. "Jadi kita harus punya pengelolaan akal sehat dan hati supaya bisa membedakan," tuturnya.
"Kalo saya sebagai pemimpin, bahasa yang saya ucapkan terbatas ini ini jangan sampai itu. Dan seorang pemimpin pasti sudah mengerti kearifan itu," lanjut dia lagi.
Bagi Cak Nun, dalam pergaulan manusia itu nomor satu bukan benar salah. Menurutnya, nomor satu adalah bijak atau tidak.
"Oleh karena itu kita sangat berhati-hati ketika mengungkapkan sesuatu harus mengerti posisinya," ujar Cak Nun.
Baca Juga:Maaher Rekan Satu Sel Wafat, Gus Nur: Saya 4 Bulan di Sini, Mohon Pak Hakim