Ada Kapal Riset China di Selat Sunda, Saat Operasi Sriwijaya Air SJ 182

Ditengarai, tiga kali kapal riset China ini mematikan peranti deteksi otomatis koordinat posisi untuk kepentingan keselamatan pelayaran.

RR Ukirsari Manggalani
Jum'at, 15 Januari 2021 | 10:05 WIB
Ada Kapal Riset China di Selat Sunda, Saat Operasi Sriwijaya Air SJ 182
Ilustrasi kapal TNI AL [Antara/Nyoman Budhiana]

Dari keterangan yang diberikan, penyebab tidak terdeteksinya AIS dalam tiga periode waktu disebabkan karena adanya kerusakan pada sistem itu.

Sesuai Permenhub, apabila AIS tidak berfungsi, maka Nahkoda wajib menyampaikan informasi kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) atau Stasiun Vessel Traffic Service (VTS) serta mencatat kejadian pada buku catatan harian (log book) kapal yang nantinya dilaporkan kepada Syahbandar.

Dalam situasi ini, KN Pulau Nipah 321 tidak dapat melaksanakan dokumentasi dan pemeriksaan lebih lanjut dikarenakan cuaca buruk. KN Pulau Nipah 321 terus membayangi kapal survei china hingga keluar dari ZEEI.

Sekitar pukul 21.00 WIB, setelah diamati kapal sasaran telah keluar dari ZEEI, KN Pulau Nipah 321 putar arah kembali ke daerah Operasi SAR.

Baca Juga:Daftar Nama 12 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Berhasil Diidentifikasi

Kamis pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB KN Pulau Nipah 321 tiba di daerah SAR dan bergabung kembali dengan tim SAR Gabungan Pesawat Sriwijaya Air SJ182.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini