- Pemerintah Kota Bandar Lampung merombak total infrastruktur perkotaan untuk meningkatkan kualitas akses jalan sejak 27 Oktober 2026.
- Dinas Pekerjaan Umum mengerjakan dua belas proyek strategis yang mencakup delapan ruas jalan dan empat titik peremajaan trotoar.
- Proyek betonisasi dan perbaikan trotoar ini bertujuan memperkuat konektivitas wilayah serta mempercantik estetika kota Bandar Lampung.
SuaraLampung.id - Wajah Kota Bandar Lampung bersiap berubah. Pemerintah Kota (Pemkot) setempat kini tancap gas merombak total infrastruktur perkotaan, mulai dari menyulap jalur lalu lintas menjadi jalan beton (rigid pavement) hingga mempercantik trotoar di sepanjang koridor utama.
Langkah agresif ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Eva Dwiana, yang menginginkan akses jalan tak hanya mulus, tetapi juga tangguh menahan beban lalu lintas berat sekaligus kebal terhadap ancaman genangan air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengungkapkan setidaknya ada 12 paket pekerjaan strategis yang tengah dipacu pengerjaannya saat ini.
"Fokus kami terbagi dua: delapan paket untuk peningkatan ruas jalan kota dan empat titik untuk peremajaan trotoar modern," tegas Dedi, Selasa (27/10/2026).
Untuk proyek betonisasi, Pemkot memprioritaskan mobilitas di tiga kecamatan penyangga utama, yakni Sukabumi, Sukarame, dan Tanjungsenang.
Tak berhenti di situ, jalur strategis seperti Jalan Batu Suluh juga masuk dalam radar perbaikan tambahan sepanjang 1 kilometer melalui APBD Perubahan.
Selain memperkokoh jalur kendaraan, Pemkot Bandar Lampung secara bersamaan menyulap koridor-koridor utama agar lebih inklusif dan memanjakan warga yang berjalan kaki.
Tak tanggung-tanggung, proyek revitalisasi trotoar ini membentang di ruas-ruas jalan paling vital, antara lain:
- Jalan Ahmad Yani: penataan trotoar sepanjang 5,1 kilometer,
- Jalan Sultan Agung: sepanjang 1,4 kilometer,
- Koridor Jenderal Sudirman – H. Juanda – Dr. Susilo: sepanjang 1,5 kilometer, dan
- Jalan Pangeran Diponegoro: sepanjang 1,068 kilometer.
Dedi optimis, peralihan ke teknologi beton rigid bakal memangkas biaya perawatan jalan dalam jangka panjang karena memiliki durabilitas tinggi di tengah padatnya mobilitas harian warga.
Baca Juga: Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung
"Kombinasi jalan beton yang kokoh dan trotoar yang tertata bukan cuma mendongkrak konektivitas, tapi juga mempercantik estetika kota sekaligus memberi ruang aman bagi pejalan kaki," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung
-
Pintu Didobrak Polisi, Penipu Modus Lolos Honorer Pemkot Balam Ketahuan Ngumpet di Bawah Meja
-
Geger di Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung: Cekcok Sesama Siswa Berujung Todongan Badik
-
Kabel Penerangan Tol Bakter Sepanjang 369 Meter Digasak, Polres Lampung Selatan Tangkap Pelaku
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!
-
Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah
-
2 Tahun Buron Usai Tembak Warga, Tamong Tewas Diterjang Peluru Polisi Akibat Melawan Pakai Celurit
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
-
Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas