- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan sekolah kembali normal dan melaksanakan Salat Istisqa pada Jumat (11/9/2026).
- Aktivitas belajar tatap muka dipulihkan karena aktivitas Gunung Anak Krakatau melandai serta sebaran abu vulkanik menipis.
- Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini untuk membersihkan udara dan mengatasi ancaman kekeringan.
SuaraLampung.id - Kabar melegakan bagi para pelajar dan orang tua di Lampung. Setelah sempat beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, aktivitas sekolah dipastikan kembali normal mulai Jumat (11/9/2026) hari ini.
Menariknya, hari pertama kembali ke sekolah akan langsung diawali dengan Salat Istisqa serentak. Kepastian tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Kebijakan ini menandai berakhirnya masa belajar daring yang sebelumnya diberlakukan hingga Kamis.
"Jumat masuk, langsung Salat Istisqa di sekolah masing-masing," ujar Mirza saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Kamis (10/9/2026).
Keputusan mengembalikan siswa ke ruang kelas diambil menyusul kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kian melandai.
Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, embusan angin dilaporkan mulai stabil dan konsentrasi sebaran abu vulkanik di udara kian menipis secara signifikan.
"Erupsi terakhir dilaporkan kemarin. Saat ini angin tidak terlalu kuat dan sebaran debu dari erupsi Krakatau sudah jauh berkurang," jelasnya.
Tak tinggal diam menunggu alam pulih dengan sendirinya, Pemerintah Provinsi Lampung langsung bergerak cepat dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari ini.
Langkah berbasis sains ini difokuskan untuk memicu terbentuknya awan hujan, khususnya di atas langit Kota Bandarlampung.
Teknologi modifikasi cuaca tersebut diharapkan menjadi solusi ganda bagi Lampung: membersihkan sisa partikel abu vulkanik di udara sekaligus menyudahi ancaman kekeringan.
Baca Juga: Bea Cukai Bakar 44 Juta Rokok Ilegal: Kerugian Negara Rp44 Miliar Terselamatkan
"Mudah-mudahan hari ini hujan bisa turun di Bandarlampung. Turunnya hujan ini bukan hanya mencuci udara kotor, tapi juga meredam dampak kekeringan, menjaga pasokan air dan lahan pertanian, serta memulihkan kualitas lingkungan untuk masyarakat Lampung," pungkas Mirza. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bea Cukai Bakar 44 Juta Rokok Ilegal: Kerugian Negara Rp44 Miliar Terselamatkan
-
Dihimpit Kemarau dan Erupsi Anak Krakatau, Lampung Gelar Salat Istisqa: Mengetuk Pintu Langit
-
Siaga Dampak Kesehatan Gunung Anak Krakatau: 15 Daerah di Lampung Dibagi ke 5 Zona Rujukan
-
Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton
-
Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka
-
Angkut 8.400 Liter Solar Subsidi, Sindikat BBM Lintas Provinsi Digulung di Lampung Selatan
-
Bawa Kabur Gadis Bawah Umur Tengah Malam Lalu Sebar Videonya, Pemuda di Mesuji Diciduk Polisi
-
Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta