- Polda Lampung mendatangi rumah di Bandar Lampung pada Minggu, 30 Agustus 2026, untuk menyelidiki utas viral dugaan perdagangan anak.
- Pemeriksaan polisi membuktikan bahwa narasi kekerasan dan perdagangan orang tersebut merupakan rekayasa atau hoaks yang dibuat oleh remaja berusia 15 tahun.
- Pelaku membuat cerita palsu karena merasa kesepian, mengalami kesulitan beradaptasi setelah pindah dari Australia, serta menderita ADHD.
SuaraLampung.id - Jagat media sosial X (Twitter) mendadak gempar. Sebuah utas dari akun @velzuu yang mengaku sebagai gadis berusia 15 tahun mengisahkan horor yang tak terbayangkan.
Dia mengklaim menjadi korban perdagangan orang dan kekerasan fisik yang dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri.
Narasi itu menyebar memicu kemarahan publik dan desakan agar pihak berwajib segera bertindak. Tak butuh waktu lama, tim Unit 2 Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung langsung terjun ke sebuah rumah di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, pada Minggu (30/08/2026).
Namun, saat pintu rumah diketuk dan penyelidikan dimulai, polisi justru menemukan kenyataan yang jauh berbeda dari untaian kata-kata kelam di layar ponsel.
Setelah pemeriksaan intensif, kebenaran mulai tersingkap. Konten berupa animasi dan narasi memilukan yang menggambarkan dirinya diperjualbelikan ternyata hanyalah rekayasa sang anak.
"Anak ini mengaku merasa kesepian dan mengalami kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Karena itu, ia membuat konten tersebut agar mendapat perhatian dari orang lain," ungkap Direktur Reskrimum Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, Senin (31/08/2026).
Di balik layar ponselnya, remaja tersebut berjuang melawan rasa sunyi yang mencekam. Ia menciptakan skenario horor tersebut sebagai cara ekstrem untuk membuat dunia melihat dan memperhatikannya.
Akar dari tindakan nekat ini mulai terkuak saat sang ayah, Ari Rakatama (AR), memberikan klarifikasi. Keluarga ini baru saja pindah dari Australia ke Indonesia. Perpindahan lintas benua itu ternyata meninggalkan guncangan emosional bagi sang putri.
AR menjelaskan bahwa putrinya telah didiagnosis menderita ADHD sejak tahun 2020. Kesulitan beradaptasi di lingkungan baru, ditambah kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, membuat sang anak merasa terasing.
Baca Juga: Home Industry Ekstasi Terbongkar di Perumahan Natar
"Ia sedang dalam masa pengobatan dan konsultasi rutin. Kondisinya memang membuatnya sulit beradaptasi setelah kami pindah dari Australia," ujar AR membantah segala tuduhan kekerasan dan perdagangan orang tersebut.
Polisi memastikan bahwa meski narasi perdagangan orang tersebut hoaks, mereka tidak tinggal diam. Pendampingan psikologis dan arahan mengenai pengawasan media sosial diberikan kepada pihak keluarga.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Terlebih yang menyangkut anak dan dugaan tindak pidana, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman fatal," tegas Kombes Indra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan