- Seorang pria tertangkap basah menebang pohon bakau secara ilegal di Pantai Aruna, Lampung Selatan, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Pengelola Pantai Aruna bersama tim keamanan berhasil mencegah upaya penggundulan lanjutan yang direncanakan para pelaku di kawasan tersebut.
- PT Krakatau Lampung Tourism Development memberikan mandat penuh kepada pengelola untuk menempuh jalur hukum guna melindungi ekosistem mangrove.
SuaraLampung.id - Di balik rimbunnya akar bakau yang mencengkeram pesisir Pantai Aruna, Kalianda, Lampung Selatan, sebuah ancaman senyap sedang mengintai.
Rabu (26/8/2026), keheningan hutan mangrove terusik oleh suara logam yang menghantam kayu. Seorang pria tertangkap basah tengah mengayunkan senjata tajam, mencoba merobohkan benteng alami yang selama ini melindungi daratan dari amukan ombak.
Aksi nekat penyusup ini bukan sekadar pelanggaran wilayah, melainkan sebuah ancaman serius bagi ekosistem pesisir Lampung Selatan.
Pihak pengelola Pantai Aruna kini bersiaga penuh, memperketat barisan pertahanan untuk memastikan jejak penebang liar tak kembali lagi.
Manajer Operasional Pantai Aruna, Benny Fasius, mengungkapkan bahwa praktik ilegal ini terendus setelah petugas melihat aktivitas mencurigakan.
Polanya terencana yakni pohon ditebang, lalu kayu-kayu itu dikumpulkan di satu titik tersembunyi sebelum diangkut keluar kawasan secara sembunyi-sembunyi.
"Kami sangat menyayangkan penebangan ini. Mereka masuk tanpa izin dan, yang lebih parah, merusak mangrove yang menjadi pelindung kami," ujar Benny, Jumat (28/8/2026).
Ketegangan sempat memuncak pada Kamis (27/8/2026). Mendengar kabar bahwa para penebang akan kembali beraksi, Benny dan tim keamanan segera bergerak cepat menyisir lokasi.
Upaya penggundulan lanjutan berhasil dicegah tepat waktu. Namun, bekas-bekas tebangan yang tertinggal menjadi pengingat bahwa hutan ini sedang dalam bahaya.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Menggeliat, Abu Vulkaniknya Mulai Bikin Warga Pulau Sebesi Sesak Napas
Pengelola Pantai Aruna tidak sedang main-main. Berbekal mandat langsung dari PT Krakatau Lampung Tourism Development (KLTD) selaku pemilik lahan, mereka memiliki wewenang penuh untuk menjaga aset tersebut.
Surat mandat yang ditandatangani Direktur PT KLTD, Melky Aliandri, menjadi dasar hukum bagi pengelola untuk menolak, melarang, hingga menyeret pelaku perusakan ke jalur hukum.
Bagi Benny, pengawasan ketat ini bukan sekadar urusan birokrasi atau kepemilikan lahan. Ini adalah upaya mempertahankan fungsi ekologis yang tak ternilai harganya.
"Mangrove adalah pelindung alami dari terpaan gelombang dan angin. Ia mencegah abrasi, menjadi rumah bagi biota laut, dan penyimpan karbon yang andal," jelasnya. Tanpa hutan bakau, daratan Kalianda akan telanjang menghadapi ganasnya abrasi dan cuaca ekstrem.
Saat ini, petugas keamanan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan. Benny menegaskan bahwa toleransi telah habis.
Jika ada pihak yang kembali nekat mengayunkan parang di kawasan tersebut tanpa izin, langkah hukum yang lebih keras akan diambil berkoordinasi dengan pihak kepolisian. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau Menggeliat, Abu Vulkaniknya Mulai Bikin Warga Pulau Sebesi Sesak Napas
-
Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
Bikin Macet, PKL Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pisang Ditertibkan Pemkot Bandar Lampung
-
Perluas Akses Keuangan Masyarakat, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Andalan BRI
-
Akal Bulus Karyawan di Balam: Catut Nama Toko Buat Nota Fiktif, Gelapkan 600 Galon Perusahaan
-
Beli Solar Subsidi di Lampung Diawasi Ketat: Satpol PP Bakal Tongkrongi SPBU Razia STNK dan QR Code
-
Geram Antrean BBM Mengular, Gubernur Lampung Haramkan Truk Masuk Kota: Kasihan Warga