Wakos Reza Gautama
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai, Lampung mengibarkan bendera Merah Putih di menara dengan ketinggian 74 meter menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Provinsi Lampung, Sabtu (15/8/2026). [ANTARA/HO-Marinir Lampung]
Baca 10 detik
  • Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai mengibarkan bendera di menara Pesawaran pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Aksi berisiko tinggi di ketinggian 74 meter tersebut dilakukan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
  • Prajurit juga membagikan bendera Merah Putih kepada pengendara guna mengajak masyarakat menumbuhkan semangat kebangsaan.

SuaraLampung.id - Di puncak menara telekomunikasi yang menjulang setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, sesosok prajurit Marinir tampak berdiri tegak di antara embusan angin kencang.

Tangannya dengan cekatan mengikatkan tali, memastikan sang saka Merah Putih berkibar gagah di titik tertinggi kawasan tersebut.

Aksi berisiko tinggi ini dilakukan oleh prajurit Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 8 Teluk Ratai, Lampung, Sabtu (15/8/2026).

Bukan sekadar mencari sensasi, pendakian menara setinggi gedung belasan lantai ini merupakan kado spesial untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Komandan Puslatpurmar 8 Teluk Ratai, Letkol Marinir Rinto Hutagaol, menegaskan bahwa setiap jengkal langkah prajuritnya saat memanjat menara tersebut adalah simbol penghormatan mendalam bagi para pahlawan.

"Dengan keberanian dan semangat juang, para prajurit melaksanakan pengibaran ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan kita," ujar Letkol Rinto.

Bagi korps baret ungu ini, ketinggian 74 meter membawa pesan filosofis yang kuat bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan di lapangan upacara.

Nilai-nilai perjuangan harus tetap tinggi, diterjemahkan dalam pengabdian nyata, kedisiplinan, dan kesiapan menjaga setiap jengkal kedaulatan NKRI.

Tak hanya menyasar langit, semangat nasionalisme ini juga membumi hingga ke jalanan. Sebelum aksi pengibaran di puncak menara, prajurit Puslatpurmar 8 juga turun ke jalan untuk membagikan bendera Merah Putih kepada para pengendara sepeda motor yang melintas.

Baca Juga: Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat

Langkah sederhana ini merupakan ajakan bagi masyarakat luas untuk ikut menghidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan masing-masing.

Menurut Rinto, menjaga kedaulatan bangsa bukan hanya tugas pundak aparat, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara.

“Masyarakat memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa melalui tindakan sederhana, namun memiliki makna kebangsaan yang kuat,” tambahnya.

Bagi para prajurit ini, Merah Putih yang berkibar di puncak menara adalah pengingat bahwa di dalam lembaran kain tersebut tersimpan identitas, sejarah, dan martabat bangsa yang harus dijaga meski harus bertaruh nyawa.

“Merah Putih harus terus berkibar. Semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh dedikasi, disiplin, dan pantang menyerah,” pungkas Letkol Rinto. (ANTARA)

Load More