Wakos Reza Gautama
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:36 WIB
Ilustrasi Cabai. Pemerintah Provinsi Lampung memperluas perkebunan cabai seluas 83 hektare pada 2026 guna mengamankan stok pangan dan menekan laju inflasi. [Unsplash.com/Steve Johnson]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Lampung memperluas perkebunan cabai seluas 83 hektare pada 2026 guna mengamankan stok pangan dan menekan laju inflasi.
  • Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp925,4 juta untuk bantuan bibit cabai berkualitas yang didistribusikan secara merata ke 12 kabupaten strategis.
  • Program ini didukung verifikasi lahan, Gerakan Tanam Cabai, serta pembuatan demplot agar petani mampu menerapkan teknik penanaman modern yang efisien.

SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah agresif dengan memperluas perkebunan cabai seluas 83 hektare (ha) di seluruh penjuru Bumi Ruwa Jurai.

Bukan sekadar penanaman biasa, ini adalah misi besar untuk mengamankan stok pangan sekaligus menjinakkan laju inflasi yang sering kali dipicu oleh fluktuasi harga si merah pedas ini.

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengucurkan dana segar sebesar Rp925,4 juta khusus untuk bantuan bibit cabai berkualitas. Dana ini dialokasikan untuk mendongkrak produktivitas hortikultura Lampung agar mampu bersaing di pasar nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan, menegaskan bahwa bantuan ini tersebar merata di 12 kabupaten strategis.

"Kami ingin memastikan produksi cabai di Lampung tetap melimpah dan berkelanjutan," ujar Endro, Rabu (29/7/2026).

Lahan seluas 83 hektare tersebut kini mulai dipetakan. Kabupaten Lampung Barat, Lampung Utara, Way Kanan, dan Pesawaran menjadi pemain utama dengan masing-masing mendapatkan alokasi pengembangan seluas 10 hektare.

Sementara itu, wilayah lain seperti Lampung Timur (8 ha), Lampung Selatan, hingga Tulang Bawang Barat (masing-masing 5 ha) juga tak ketinggalan untuk memperkuat barisan pertahanan pangan Lampung.

Bukan sekadar memberi bibit lalu ditinggalkan, tim ahli telah diterjunkan ke lapangan. Salah satunya di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, di mana proses verifikasi dan validasi dilakukan secara ketat.

Tujuannya untuk memastikan lahan tersebut benar-benar siap menghasilkan cabai kelas satu yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar percepatan swasembada cabai. Selain penyaluran bibit, Pemerintah Provinsi Lampung juga menggencarkan "Gerakan Tanam Cabai" serta pembuatan plot percontohan atau demonstration plot (demplot) di berbagai titik.

Dengan adanya demplot ini, para petani bisa belajar langsung teknik penanaman modern yang lebih efisien namun menghasilkan panen yang berlipat ganda.

"Strategi ini krusial untuk menjaga ketersediaan pasokan di pasar. Jika pasokan terjaga, harga stabil, dan inflasi pun bisa kita kendalikan bersama," pungkas Endro. (ANTARA)

Load More