- Senat Akademik Itera menetapkan tiga calon rektor periode 2026–2030 dari ITB dan IPB di Bandar Lampung, Selasa (21/4/2026).
- Ketiga kandidat terpilih adalah Prof. Elfahmi, Prof. Aswan, serta Prof. M. Faiz Syuaib yang meraih suara terbanyak dari senat.
- Proses pemilihan berlangsung sangat kompetitif untuk menentukan pemimpin baru yang akan membawa Itera menjadi poros teknologi di Indonesia.
SuaraLampung.id - Estafet kepemimpinan di Institut Teknologi Sumatera (Itera) memasuki babak baru yang kian mendebarkan. Setelah melalui proses penyaringan yang dinamis dan penuh integritas, Senat Akademik Itera akhirnya resmi mengerucutkan lima bakal calon menjadi tiga nama besar yang akan memperebutkan kursi Rektor periode 2026–2030.
Hasilnya? Sebuah "pertarungan gagasan" antar-akademisi kelas wahid dari dua kampus teknik dan pertanian legendaris Indonesia: Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ketua Pelaksana Pemilihan Rektor Itera, Dr. Abdul Rajak, mengumumkan ketiga nama yang berhasil lolos lubang jarum tersebut di Bandar Lampung, Selasa (21/4/2026).
Mereka adalah Prof. Dr. Elfahmi (Institut Teknologi Bandung), Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T. (Institut Teknologi Bandung) dan Prof. M. Faiz Syuaib, M.Agr (Institut Pertanian Bogor)
Pemilihan kali ini bukanlah sekadar formalitas. Di balik pintu tertutup, 17 anggota senat Itera memberikan hak suaranya dalam suasana yang disebut-sebut sangat kompetitif. Angka-angka yang muncul mencerminkan betapa tipisnya selisih kualitas di antara para kandidat.
Prof. Elfahmi memimpin perolehan dengan 31,37 persen suara, disusul oleh Prof. Aswan yang mengantongi 21,57 persen. Sementara itu, Prof. M. Faiz Syuaib mengunci posisi tiga besar dengan raihan 17,65 persen suara.
"Persentase pemungutan suara sangat ketat sehingga proses pemilihan berlangsung dinamis," ungkap Ketua Senat Akademik Itera, Dr. Sunarsih.
Ia juga memuji kelima kandidat awal, termasuk Prof. Ismunandar (ITB) dan Prof. Fahmi (USU), yang telah berjuang secara bermartabat dalam kontestasi ini.
Apresiasi tinggi juga datang dari Rektor Itera saat ini, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Baginya, siapa pun yang terpilih nanti adalah putra terbaik bangsa yang memikul mandat besar membawa Itera menjadi poros teknologi di Sumatera dan Indonesia.
Baca Juga: Duel Intelektual Menuju Itera 1: Lima Profesor Terbaik Berebut Kursi Nakhoda Baru
“Selamat kepada tiga kandidat terpilih. Sejatinya seluruh kandidat adalah putra terbaik yang memiliki potensi besar untuk membawa Itera semakin berkembang,” ujar Prof. Nyoman. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Duel Intelektual Menuju Itera 1: Lima Profesor Terbaik Berebut Kursi Nakhoda Baru
-
Gebrakan Itera! BRT Canggih Rute Kampus-MBK Diluncurkan dengan WiFi Gratis dan AI
-
Itera Terima Dana Internasional untuk Selamatkan Tanaman Kantong Semar
-
Menteri P2MI Minta Itera Jadi Pusat Cetak Tenaga Kerja Profesional untuk Luar Negeri
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud Perkuat Pemberdayaan UMKM
-
Pemuda Pringsewu Mencuri iPhone 13 Pro Milik Sahabat Lalu Dijadikan Kado ke Kekasih
-
Ambisi Rp1,2 Triliun Lampung: Memahat Jalan Mulus di Pintu Gerbang Utama Sumatera
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan
-
Kisah Rosidah, Perajin Gula Merah Madura yang Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI