- Fenomena "Lebaran yatim" dialami mereka yang merayakan Idulfitri tanpa kehadiran orang tua, memicu kesedihan mendalam pasca kehilangan.
- Momen Lebaran menjadi pemicu emosional kuat atau *grief trigger* bagi yang kehilangan orang tua, meski tradisi tetap dijaga.
- Meski sedih, individu berusaha melanjutkan tradisi seperti memasak atau berziarah sebagai bentuk mengenang dan menerima perubahan kondisi.
SuaraLampung.id - Pagi kemarin, Lebaran biasanya dimulai dengan satu hal yang sama yakni suara takbir, meja makan yang penuh, dan pelukan hangat dari orang tua. Namun bagi sebagian orang, momen itu tak lagi utuh.
Di tengah riuhnya perayaan Idulfitri, ada yang merayakan dalam diam, yakni tanpa ayah, tanpa ibu. Fenomena ini kerap disebut sebagai “Lebaran yatim”, sebuah realita yang jarang disorot, tapi dirasakan banyak orang.
Bagi Rina (29), seorang karyawan swasta di Bandar Lampung, Lebaran tak lagi sama sejak ibunya meninggal tiga tahun lalu. “Dulu yang paling saya tunggu itu masakan ibu. Sekarang masih masak menu yang sama, tapi rasanya beda. Sepi,” ujarnya saat ditemui, Minggu (22/3/2026).
Ia mengaku tetap berusaha menjalani tradisi Lebaran seperti biasa. Namun ada satu momen yang paling berat: pagi hari setelah salat Id. “Biasanya langsung sungkeman. Sekarang, ya cuma doa di makam,” katanya pelan.
Cerita serupa juga dirasakan Andi (34), perantau asal Lubuklinggau yang kini bekerja di Lampung. Tahun ini, ia memilih tidak pulang. Namun alasannya bukan sekadar pekerjaan.
“Orang tua sudah nggak ada dua-duanya. Jadi sebenarnya pulang pun rasanya beda,” ungkapnya.
Menurut Andi, Lebaran justru menjadi momen paling emosional dalam setahun.
“Kalau hari biasa masih bisa sibuk, lupa. Tapi pas Lebaran, semua kenangan itu datang lagi,” katanya.
Psikolog menjelaskan bahwa perasaan sedih saat Lebaran tanpa orang tua adalah hal yang sangat wajar. Lebaran itu momen emosional yang sangat kuat. Ada memori, ada kebiasaan, ada figur yang biasanya hadir. Ketika itu hilang, rasa kosongnya akan terasa lebih dalam.
Baca Juga: Imsak Bandar Lampung 20 Maret 2026: Waktu Sahur Terakhir, Jangan Sampai Terlewat
Kondisi ini sering disebut sebagai grief trigger, yaitu momen tertentu yang memicu kembali rasa kehilangan.
Meski kehilangan, banyak yang tetap berusaha menjaga tradisi.
Rina, misalnya, tetap memasak opor ayam resep ibunya setiap Lebaran. Ia juga selalu menyempatkan diri berziarah sebelum berkumpul dengan keluarga lainnya.
“Biar gimana pun, saya nggak mau Lebaran hilang. Cuma bentuknya saja yang berubah,” katanya.
Hal serupa disampaikan Andi. Ia memilih tetap melakukan video call dengan saudara-saudaranya, meski suasananya tidak lagi sama. “Setidaknya masih ada yang bisa disambung,” ujarnya.
Fenomena “Lebaran tanpa orang tua” sebenarnya dialami banyak orang, hanya saja tidak selalu terlihat.
Tag
Berita Terkait
-
Masih Jawab 'Amin'? Ini 3 Balasan Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Lebih Tepat
-
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Artinya Apa? Banyak yang Salah, Ini Makna dan Jawaban Benarnya
-
7 Jawaban Sopan Saat Ditanya 'Kapan Nikah' Saat Lebaran, Biar Nggak Canggung
-
Bingung Balas Ucapan Minal Aidin Wal Faizin? Ini 5 Jawaban Terbaik dan Penuh Makna
-
5 Fakta Kecelakaan Mobil Pemudik Asal Jakarta di Tol Lampung, Satu Penumpang Meninggal
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029
-
Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun
-
Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau
-
Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu
-
Tiga Kali Mangkir Berujung Borgol: Sekda Lampung Tengah Ditahan Polda Lampung Usai Diperiksa 9 Jam