- 5 kabupaten di Lampung diterjang bencana banjir dalam sepekan terakhir
- 5 kabupaten itu adalah Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, dan Mesuji
- Saat ini beberapa daerah yang dilanda banjir dalam proses pemulihan
SuaraLampung.id - Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera, kembali diuji. Dalam sepekan terakhir, lima kabupatennya harus berjibaku menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi yang mengancam keselamatan dan kesejahteraan warganya.
Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, dan Mesuji menjadi saksi bisu keganasan alam, yang mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Wahyu Hidayat, Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa rentetan bencana ini dimulai sejak 6 September 2025.
Banjir bandang di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, menjadi salah satu yang terparah, menunjukkan kerentanan wilayah tersebut terhadap dampak perubahan iklim.
Ironisnya, desa-desa di Suoh belum menyandang status sebagai desa tangguh bencana, sebuah fakta yang menggarisbawahi urgensi perluasan edukasi kebencanaan di seluruh pelosok Lampung.
Tidak hanya Lampung Barat, Pesisir Barat dan Tanggamus juga menghadapi ancaman serupa, dengan kejadian bencana yang hampir berbarengan.
Ketiga kabupaten yang bertetangga ini menjadi cerminan bagaimana kondisi geografis dan faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko bencana.
Sementara itu, Kabupaten Pesawaran turut dilanda banjir meskipun dengan intensitas yang lebih rendah, dan Kabupaten Mesuji harus menghadapi terjangan puting beliung yang merusak.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa mitigasi dan penanganan bencana alam bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Baca Juga: Detik-detik Mencekam di Ladang: Petani Sekampung Udik Dibacok Kawanan Begal, Motor Raib!
Wahyu Hidayat menekankan pentingnya ketangguhan dalam menghadapi bencana, terutama mengingat rentetan kejadian yang terjadi tanpa henti dari Sabtu hingga Rabu.
"Ketangguhan dalam mitigasi dan penanganan bencana alam memang menjadi hal yang penting. Sebab seperti bencana yang terjadi kemarin ini beruntun sejak Sabtu hingga Rabu," ujarnya.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Upaya edukasi mitigasi risiko bencana terus digalakkan, namun cakupannya perlu diperluas.
Target peningkatan jumlah desa tangguh bencana di berbagai kabupaten menjadi prioritas utama. Desa tangguh bencana adalah ujung tombak pertahanan pertama, di mana masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi, mengurangi risiko, dan memulihkan diri dari dampak bencana.
Saat ini, kondisi beberapa daerah terdampak bencana masih dalam proses pemulihan. Banjir bandang menjadi jenis bencana yang paling dominan, meninggalkan jejak kerusakan dan kesedihan.
"Kemarin yang terjadi kebanyakan hanya banjir bandang. Kondisinya di Pesisir Barat masih upaya pemulihan, juga di Lampung Barat," tambah Wahyu.
Berita Terkait
-
Detik-detik Mencekam di Ladang: Petani Sekampung Udik Dibacok Kawanan Begal, Motor Raib!
-
Kakak Beradik Ditemukan Tewas Berpelukan di Pesisir Barat, Pelakunya Mahasiswa Tetangga Korban
-
Sejumlah Daerah di Lampung Diterjang Banjir, Ini Respons Gubernur Mirza
-
Puji MBG, Menag Nasaruddin Umar: Program Rahmatan Lil'alamiin
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor
-
Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi
-
Ditolak Gadai MacBook, Pemuda Nekat Gasak iPhone 17 Pro Milik Pacar dan Minta Tebusan Rp1,5 Juta
-
Diskon Pajak Kendaraan di Bandar Lampung Resmi Diperpanjang: Ada Potongan hingga 50 Persen