SuaraLampung.id - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lampung Tengah meringkus seorang pemuda pengangguran berinisial LHW (22), warga Kampung Setia Bhakti, Kecamatan Seputih Banyak.
Pelaku ditangkap pada Selasa (2/9/2025) setelah diduga berulang kali merudapaksa seorang gadis di bawah umur.
Hal yang membuat geram petugas adalah aksi nekat pelaku yang dengan santainya mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada ibu korban, mengakui perbuatannya dan bahkan mengklaim memiliki bukti video.
Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Devrat Aolia Arfan, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula dari laporan ibu korban yang tidak terima anaknya menjadi korban pencabulan. Korban, sebut saja Mawar (17), diduga telah menjadi sasaran nafsu bejat LHW berkali-kali.
Menurut Kasat Reskrim, peristiwa ini bermula pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 23.30 WIB, ketika Mawar berkunjung ke rumah LHW.
Setelah disambut dan bersalaman dengan orang tua LHW, Mawar diajak ke kamar belakang. Di sanalah, pelaku melakukan hubungan terlarang dengan korban.
Lebih mirisnya lagi, LHW bahkan mengancam akan menyebarkan video tak senonoh mereka jika korban tidak menuruti semua keinginannya.
AKP Devrat Aolia Arfan menambahkan, kasus ini akhirnya terungkap setelah LHW mengirim pesan WhatsApp kepada ibu korban. Pesan tersebut berisi pengakuan pelaku telah berhubungan badan dengan putrinya dan mengaku memiliki bukti berupa video.
"Sontak, ibu korban yang merasa sangat terpukul dan tidak terima dengan perlakuan LHW, langsung melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Lampung Tengah," terang Kasat saat dikonfirmasi pada Kamis (4/9/2025).
Dengan berbekal laporan tersebut, pihak Kepolisian langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya
Baca Juga: Dramatis! Penggerebekan Bandar Narkoba di Lampung Tengah Diadang Warga
"Saat ini, pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Lampung Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut," tegas AKP Devrat.
LHW terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah Eko Yuono, mengapresiasi langkah cepat unit PPA dalam mengamankan pelaku.
“Kami sangat mengapresiasi atas respons cepat yang dilakukan oleh unit PPA Sat Reskrim Polres Lampung Tengah dalam mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau kepada seluruh orang tua untuk mengawasi dan memperhatikan pergaulan putra-putrinya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Berita Terkait
-
Dramatis! Penggerebekan Bandar Narkoba di Lampung Tengah Diadang Warga
-
Mahasiswa Dikeroyok Usai Pergoki Dugaan Pengecoran BBM di SPBU Terbanggi Besar
-
Viral Video Polisi Diduga Bongkar Muat Rokok Ilegal, Polres Lampung Tengah Angkat Bicara
-
Ayah Tiri di Way Kanan Tega Jadikan Anak 15 Tahun Budak Nafsu Sejak 2022
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Nelayan di Lampung Ditemukan Tewas Setelah Kapalnya Terbalik Saat Melaut
-
Pangkat Tiga dan Akar Pangkat Tiga: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap
-
Di WEF Davos 2026, BRI Dorong UMKM Jadi Agenda Utama Keuangan Dunia
-
Fokus Sektor Produksi, BRI Jadikan Klaster Usaha Pengungkit Ekonomi Daerah
-
Promo Alfamart Januari 2026: Pembalut Wanita hingga Popok Dewasa Diskon 50 Persen