SuaraLampung.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberi nama Jermey ke anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang lahir di Pusat Pelatihan Gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur.
"Sebenarnya nama anak gajah ini sedang dipikirkan, tapi hari ini langsung diputuskan namanya Jermey," ujar Raja Juli Antoni di Lampung Timur, Sabtu (30/8/2025).
Ia mengatakan pemberian nama anak gajah Sumatera yang lahir pada 15 Agustus 2025 lalu di Taman Nasional Way Kambas tersebut terinspirasi dari nama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey.
"Ini sebagai bentuk penghargaan atas adanya komitmen bersama antara Indonesia dengan Inggris dalam menjaga ekosistem dan melaksanakan program konservasi," katanya.
Dokter Hewan dan Koordinator Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas Diah Esti Anggraini menambahkan, ukuran Jermey saat lahir 67,3 kilogram, dan setelah tiga hari lahir berat badannya sudah naik mencapai 68 kilogram.
"Terakhir pada pemeriksaan di 21 Agustus sudah mencapai 71 kilogram," ujar Diah Esti Anggraini.
Ia mengatakan berat badan bayi gajah Jermey mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan dalam waktu tiga hari tali pusat telah lepas dan dokter hewan bisa melakukan perawatan secara intensif.
"Saat ini kondisinya sehat, tapi memang masih membutuhkan banyak tidur sehingga kami batasi agar tidak bertemu pengunjung dahulu agar tidak terganggu kesehatannya," katanya.
Menurut Diah, bayi gajah jantan tersebut dilahirkan oleh induk bernama Dita yang sebelumnya telah melahirkan dua anak gajah.
Baca Juga: Lampung Siaga Karhutla: Tol dan Taman Nasional Way Kambas Jadi Sorotan Utama
Jermey ini adalah anak ketiga dan satu-satunya berjenis kelamin jantan. Sebelumnya Dita melahirkan anak pertama bernama Queen pada 2013, anak kedua Desti pada 2019.
"Induk gajah ini memang salah satu induk yang produktif serta sangat pandai mengurus anak-anak gajah sehingga menghasilkan anak gajah yang sehat," tambahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Ibu Muda di Lampung Tengah Raup Ratusan Juta dari Bisnis Elektronik Bodong
-
Sopir Tangki CPO Gelapkan Muatan dengan Modus 'Kencing' di Jalan Trimurjo
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda