SuaraLampung.id - Seorang petani berinisial US (35) harus meregang nyawa dengan cara yang paling mengerikan. Tubuhnya yang tak lagi utuh ditemukan di kebun garapannya, menjadi saksi bisu betapa tipisnya sekat antara manusia dan amukan satwa liar ketika habitat mereka bersinggungan.
Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan puncak dari konflik berlarut yang terus memakan korban di gerbang Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Tragedi ini bermula pada Jumat sore, 8 Agustus 2025. US, warga Dusun Sinar Harapan, Pekon Suoh, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat, pamit seperti biasa menuju kebunnya.
Ia pergi seorang diri, menembus rimbunnya lahan yang ironisnya berada di jantung kawasan konservasi. Namun, hingga malam menjelang, US tak kunjung pulang. Firasat buruk menyelimuti keluarga.
Kecemasan itu mendorong keluarga dan warga sekitar untuk melakukan pencarian di tengah pekatnya malam. Jejak pertama yang ditemukan adalah sepeda motor dan topi milik korban, tergeletak seolah ditinggalkan dalam ketergesaan.
Tak jauh dari lokasi itu, pemandangan paling horor tersaji. US ditemukan sudah tak bernyawa, tubuhnya penuh luka cabikan dan cakaran yang khas, jejak taring sang raja hutan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi tragedi memilukan ini. Lokasi kejadian, menurutnya, berada di area yang seharusnya steril dari aktivitas manusia.
“Lokasi kejadian berada di Talang Seluangan, perbatasan Kecamatan BNS dengan Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat. Kebun korban memang berada di dalam kawasan TNBBS,” ujar Kombes Yuni.
Kebun tempat US meregang nyawa adalah zona merah, wilayah kekuasaan satwa liar yang dilindungi undang-undang.
Baca Juga: Satgas Kejagung Sikat Perambah Hutan di TNBBS, Pemprov Lampung Ambil Langkah Ini
Polda Lampung tidak tinggal diam dan langsung mengeluarkan imbauan dengan nada yang sangat tegas. Ini bukan lagi sekadar anjuran, melainkan peringatan keras untuk tidak main-main dengan maut.
“Kami minta warga mematuhi aturan dan larangan masuk kawasan taman nasional. Selain membahayakan diri, juga bisa mengganggu habitat satwa dilindungi,” tegas Yuni.
Pihak kepolisian, bekerja sama dengan Balai Besar TNBBS, berjanji akan meningkatkan pengamanan. Patroli di titik-titik rawan yang menjadi jalur perlintasan harimau akan diintensifkan.
Namun, pertanyaan yang lebih besar menggantung di udara: sampai kapan permainan kucing-kucingan antara aparat, satwa liar, dan warga yang terdesak kebutuhan ini akan terus berlanjut?
Konflik manusia dan harimau di sekitar TNBBS bukanlah cerita baru. Sudah tak terhitung nyawa yang melayang, baik dari sisi manusia maupun ternak.
Di sisi lain, populasi Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terus terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan.
Berita Terkait
-
Satgas Kejagung Sikat Perambah Hutan di TNBBS, Pemprov Lampung Ambil Langkah Ini
-
Lampung Barat Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis, Dapur Gizi Nasional Segera Hadir
-
Konflik Harimau vs Manusia, Bupati Lampung Barat Akui Konflik Berlarut-larut
-
Tragis! Warga Tewas Dimangsa Harimau Sumatera Saat Berkebun di Lampung Barat
-
Pendaki Meninggal di Puncak Gunung Pesagi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dosa Masa Lalu Terungkit: Narapidana Lapas Krui Kembali Jadi Tersangka Kasus Lama
-
Tragedi Berdarah Register 45 Mesuji: Paman Tewas Ditusuk Besan Gara-gara Panggil Nama Adik
-
Hanya Gara-gara Rp10 Ribu! Eks Anggota DPRD Diduga Cekik dan Tampar Perempuan di Gym
-
Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia
-
Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan