SuaraLampung.id - Sejumlah pantai yang ada di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, dipadati wisatawan pada libur lebaran Idul Fitri 2025, Kamis (3/4/2025).
Sejumlah pantai mulai dari Pantai Kedu hingga Batu Rame Ketang yang berada di wilayah Kecamatan Kalianda tampak penuh dipadati pengunjung.
Tidak hanya wisatawan lokal, terlihat di area parkiran kendaraan juga banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah luar Lampung, seperti Palembang (Sumatera Selatan) hingga Jakarta.
Salah satu pengunjung dari Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, Sulistiawati mengatakan dirinya bersama anggota keluarga mengunjungi obyek wisata Pantai Kedu Warna yang banyak dikenal wisatawan luar daerah.
Baca Juga: Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
Menurutnya, selama ini panorama alam kawasan wisata pantai di Lampung Selatan sangat menyenangkan. Selain bisa bermain air di pantai, pengunjung juga bisa menikmati momen matahari terbenam.
"Lampung Selatan, khususnya Kalianda, memang terkenal dengan keindahan pantainya, sebab wilayahnya yang strategis dekat dengan perkotaan dan juga pasir pantai yang indah, pasti tidak akan mengecewakan wisatawan walaupun dari luar provinsi juga," kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan Kurnia Oktaviani mengatakan beberapa destinasi wisata yang sudah cukup dikenal kalangan pencinta traveling.
"Seperti Pantai Krakatau Nirwana Resort, Pantai Marina, Pantai Kedu, wahana Em-Beach, Pantai Sanggar, Pantai Rio By The Beach, dan Pantai Sanaya, yang sangat diminati wisatawan," ujarnya.
Menurut Kurnia, sejumlah objek wisata tersebut setiap tahun mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, sebab pantai-pantai yang ada di Lampung Selatan menunjukkan keindahan dan kenyamanan fasilitasnya.
Baca Juga: Ini Titik Rekayasa Lalu Lintas dari Bandar Lampung Menuju Pantai di Pesawaran
Oleh karena itu ia menginginkan adanya komitmen dari semua pihak untuk memajukan sektor kepariwisataan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan agar lebih banyak dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara.
Waspada Buaya
Seekor buaya muara muncul dan meresahkan wisatawan pengunjung pantai yang berada di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.
Kemunculan buaya tersebut pertama kali terlihat oleh warga sekitar di Pantai Sepenan, Desa Merak Belantung.
Kepala Bidang Damkar pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap buaya yang meresahkan warga desa tersebut.
"Iya, kami dari Damkarmat Lampung Selatan hingga saat ini masih terus melakukan penyisiran untuk menangkap buaya itu, karena memang lokasi kemunculan buaya tersebut berada di kawasan dekat dengan pantai yang banyak pengunjungnya," kata dia dikutip dari ANTARA.
Oleh karena itu Rully mengimbau kepada wisatawan untuk tetap waspada, terutama yang bermain atau mandi di pantai, karena buaya itu masih berkeliaran di perairan laut Desa Merak Belantung.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengunjung pantai untuk selalu waspada dan tidak berenang di pantai, karena keberadaan buaya ini selalu berpindah-pindah," katanya.
Dia juga meminta kepada masyarakat yang melihat keberadaan buaya tersebut untuk menginformasikan kepada pihak terkait agar pihaknya bisa segera mengevakuasi buaya tersebut.
"Untuk masyarakat apabila ada yang melihat keberadaan buaya tersebut langsung lapor ke Damkar Lampung Selatan maupun Polairud Polres Lampung Selatan. Insya Allah kami akan berusaha mengevakuasinya," ucap Rully Fikriansyah.
Wisatawan Tewas
Tim SAR Gabungan menemukan wisatawan yang terseret ombak di Pantai Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).
Dantim Rescuer Kantor SAR Lampung Rachmat Afriza mengatakan korban bernama bernama Casmita (45), warga Dusun Sidomulyo, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.
"Korban terseret ombak di Pantai Umbar atas nama Casmita ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya korban dibawa menuju rumah duka," ujar Rachmat, Kamis (3/4/2025).
Dia mengatakan kejadian berawal pada hari Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, Irwan (18) dan ayahnya bernama Casmita sedang mandi di laut Pantai Umbar.
Tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam. Warga berhasil menemukan Irwan dalam keadaan selamat, sementara Casmita belum ditemukan.
Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak Basarnas untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Rekomendasi 5 Film Lokal yang Cocok Ditonton untuk Menikmati Sisa Libur Lebaran
-
Mengenal Post Holiday Blues, Sering Terjadi Usai Libur Lebaran dan Ketahui Cara Mengatasinya!
-
Kapan Libur Lebaran 2025 Berakhir? Cek Jadwal Sekolah dan Pekerja di Sini!
-
Monas Diserbu! Ribuan Wisatawan Lokal dan Asing Tumpah Ruah di H+4 Lebaran
-
Sebanyak 42.470 Orang Kunjungi Kebun Binatang Ragunan Hari Ini
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Jalan Bandar Lampung Mulus Tapi Rentan Rusak? Menteri PU Ungkap Biang Keroknya
-
Arus Balik Memuncak! Polisi Terapkan Sistem Tunda di Pelabuhan Bakauheni
-
Novelis Ika Natassa Murka ke ASN Lampung Barat yang Menghina Dirinya
-
Ribuan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni, Malam Ini Diprediksi Puncak Arus Balik 2025
-
Dari Mata Air Jadi Cuan, Kisah Sukses Desa Wunut Bangun Wisata Air Umbul Pelem