SuaraLampung.id - Polres Metro membentuk Tim Khusus untuk menangkap dua buronan kasus pembunuhan terhadap korban Imam Ardiansyah (28).
Sejauh ini polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Imam. Ketiganya yakni berinisial R, FH dan OY.
Untuk tersangka R sendiri sudah ditangkap dan sedang menjalani persidangan. Sedangkan dua tersangka lain yakni FH dan OY masih buron.
Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho mengatakan dibentuknya Tim khusus ini untuk mempercepat penangkapan FH dan OY.
"Ini sebagai bentuk keseriusan Polres Metro dalam menangani kasus ini dan dibantu Dit Reskrimum Polda Lampung,” ujar Heri, Rabu (19/2/2025).
Dia mengatakan tersangka FH dalam perkara ini disangkakan dengan pasal berlapis yaitu pasal 340 dan atau pasal 338 dan atau 170 ayat 2 ke 3 dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana.
Menurut Heri, tersangka FH sudah pernah dipanggil pada tanggal 16 Oktober 2024 akan tetapi tidak hadir. Penyidik kemudian mengirimkan surat panggilan saksi kedua yaitu pada tanggal 22 Oktober 2024 yang kembali tidak dihadiri FH.
Pada 26 Oktober 2024 ujar Heri, penyidik melakukan gelar perkara dan menaikan status FH dari saksi menjadi tersangka.
Penyidik lalu mengirimkan surat panggilan sebagai tersangka terhadap FH sebanyak dua kali pada 27 Oktober 2024 dan 2 November 2024. FH kembali mangkir hingga penyidik mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama FH pada 6 November 2024.
Baca Juga: Tragis! Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Metro
Untuk OY kata Heri dijerat pasal berbeda dengan FH yakni pasal 170 Ayat 1 Jo Pasal 55 atau pasal 351 ayat 1 Jo 55 KUHPidana.
Sama halnya dengan FH, tersangka OY juga dipanggil sebagai saksi sebanyak dua kali yaitu pada 17 Oktober 2024 dan 19 Oktober 2024 namun tidak hadir.
Pada 20 Oktober 2024 status OY dinaikan menjadi tersangka melalui gelar perkara. Penyidik lalu melayangkan surat panggilan untuk OY sebagai tersangka sebanyak dua kali yaitu pada 21 Oktober 2024 dan 23 Oktober 2024 namun tetap juga OY tidak memenuhi panggilan. Akhirnya pada 25 Oktober 2024, penyidik menerbitkan DPO terhadap OY.
"Saya perlu luruskan, kedua DPO ini bukan dilepas oleh Polres Metro seperti yang diberitakan, OY dan FH ini belum pernah datang ke Polres Metro untuk memenuhi panggilan penyidik , kemungkinan setelah peristiwa pembunuhan itu, OY dan FH langsung melarikan diri,” tegas Heri.
Kasus pembunuhan terhadap Imam Ardiansyah terjadi pada 15 Oktober 2024. Imam saat itu membantu adik perempuannya yang dikeroyok teman-temannya.
Nahas Imam malah menjadi sasaran pengeroyokan. Imam ditikam di bagian leher. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Jenderal Ahmad Yani di Kota Metro, namun nyawanya tidak dapat ditolong.
Berita Terkait
-
Tragis! Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Metro
-
Cekcok di Bendungan, Nelayan di Lampung Utara Tewas Didorong dan Dipukul Dayung
-
Cekcok Berujung Maut: Pelajar SMA Anak Tuha Habisi Nyawa Teman, Motor Digadai untuk Judi Slot
-
Pelajar SMA Anak Tuha Tewas Dibunuh, Mayat Ditemukan di Sungai Kaliwaya
-
Cemburu Buta! Pria di Pesisir Barat Tikam Tetangga Hingga Tewas Gegara Istri Digoda
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
BRI Catat Pertumbuhan Positif, Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026
-
SPPG di Tanggamus Ludes Terbakar, Kerugian Capai Miliaran
-
Siap-Siap Macet! Cek Rute Rekayasa Lalin di PKOR Way Halim Sabtu Sore Ini
-
Dor! Akhir Pelarian Begal Sadis Lampung Utara yang Tembak Perut Pelajar
-
Sabotase di Pesisir Kalianda: Saat Parang Mengincar Mangrove Pantai Aruna