SuaraLampung.id - Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, bersiap menghadapi musim liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) atau liburan akhir tahun.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syamsudin, mengatakan, pihaknya siap mengoperasikan Dermaga Wika Beton di masa liburan Nataru 2024/2025.
Pengoperasian Dermaga Wika Beton untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan padatnya operasional di Pelabuhan Merak, Banten.
Berdasarkan hasil evaluasi saat Idul Fitri lalu, Pelabuhan Merak kerap meminta tambahan kapal untuk merapat ke Bakauheni menggunakan metode Tiba Bongkar Berangkat (TBB).
Jika permintaan serupa terjadi selama Nataru, kapal-kapal dapat diarahkan ke Dermaga Wika Beton untuk memperlancar arus penumpang.
Karo Ops Polda Lampung, Kombes Pol Ardisyah Daulay, turut menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang.
“Koordinasi antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP, TNI, dan pemerintah daerah, menjadi kunci untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan kelancaran arus lalu lintas laut selama Nataru,” tegas Ardisyah.
Dia mengatakan, Polda Lampung siap mengamankan Nataru 2024/2025 dan telah membuat perencanaan pengamanan Nataru 2024.
Dengan sinergitas semua pihak diyakini perayaan Nataru 2024 dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan damai.
Baca Juga: Waspada Gelombang 4 Meter, Tiket Penyeberangan Bakauheni-Merak Dibatasi
Ardiansyah Daulay mengungkapkan bahwa pengamanan di masa liburan Nataru 2024/2025 melibatkan total 3.630 personel.
Rinciannya 189 personel berasal dari Polda Lampung dan 1.712 personel dari Polres/ta jajaran. Selain itu, ada 1.729 personel dari berbagai instansi terkait, termasuk TNI sebanyak 270 personel, Dishub 291 personel, Dinkes 256 personel, dan Satpol PP 302 personel.
Dukungan juga datang dari Basarnas dengan 36 personel, BPBD 96 personel, Jasa Raharja 25 personel, Damkar 90 personel, PMI 32 personel, Pramuka 161 personel, Pelindo 8 personel, Senkom 147 personel, Orari 7 personel, dan KKP 8 personel.
Untuk menunjang kelancaran pengamanan, Operasi Lilin Krakatau 2024 didukung berbagai sarana dan prasarana.
Polda Lampung mengerahkan 1.474 unit kendaraan roda dua, 390 unit kendaraan roda empat, 54 unit kendaraan roda enam, dan 10 unit kendaraan taktis. Selain itu, tersedia 18 ambulans, 11 kapal patroli, 17 perahu karet, serta 1 unit helikopter.
Sebagai tambahan, pengamanan juga dilengkapi dengan 72 tenda, 304 unit CCTV, 2.994 unit handy talkie (HT), dan 1.510 alat khusus (alsus).
Berita Terkait
-
Waspada Gelombang 4 Meter, Tiket Penyeberangan Bakauheni-Merak Dibatasi
-
1.300 KM Jalan Nasional di Lampung Diperbaiki, Persiapan Libur Nataru
-
Evakuasi Pohon Tumbang di Tol Bakauheni, Lalu Lintas Sempat Macet
-
Waspada Gelombang Tinggi di Pelabuhan Bakauheni, Polisi Sarankan Ini ke Masyarakat
-
Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal Kembali
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu