SuaraLampung.id - PT ASDP Indonesia Ferry memutuskan untuk membatasi penjualan tiket kapal penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Langkah ini diambil ASDP dalam menyikapi cuaca buruk yang melanda Pelabuhan Bakauheni dalam beberapa hari terakhir.
Pembatasan tiket ini menurut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik untuk menghindari penumpukan kendaraan yang tertahan akibat kondisi cuaca ekstrem.
Umi Fadillah Astutik mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan PT ASDP untuk mengatur pemberangkatan penumpang dan mengurangi kepadatan di pelabuhan.
“Sejak kemarin, kami sudah melakukan pembatasan tiket untuk penumpang. Langkah ini juga untuk mengatasi penumpukan kendaraan yang tidak dapat berangkat karena cuaca buruk,” ujar Umi.
Menurut Umi, pembatasan tiket ini juga setelah adanya warning dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung atas kondisi cuaca ekstrim yang bakal terjadi hingga 7 Desember 2024.
"BMKG menyatakan cuaca ekstrem akan terjadi hingga 7 Desember 2024, bahkan bisa lebih. Ini juga salah satu pertimbangan untuk menghindari penumpukan kendaraan di area Pelabuhan Bakauheni di tengah cuaca ekstrem yang terjadi," jelasnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengeluarkan peringatan terkait cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di perairan Lampung hingga 7 Desember 2024.
Dampak terburuk imbas cuaca ekstrim ini akan terjadinya gelombang setinggi 4 meter di perairan Lampung.
Baca Juga: Evakuasi Pohon Tumbang di Tol Bakauheni, Lalu Lintas Sempat Macet
Kepala BMKG Maritim Lampung, Tarjono mengatakan dampak cuaca ekstrem akan dirasakan di wilayah penyeberangan Bakauheni-Merak.
Perubahan cuaca kata Tarjono, disebabkan oleh sirkulasi siklonik yang terpantau di Laut Natuna dan Samudra Hindia Barat Daya Banten, yang memicu pengangkatan massa udara.
Ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat menyebabkan gelombang tinggi.
Menurut Tarjono, ketinggian gelombang berpotensi mencapai 4 meter akibat kecepatan angin yang diperkirakan mencapai 35 Knot.
“Di beberapa wilayah, ketinggian gelombang bervariasi. Di perairan Teluk Lampung bagian utara, selatan, dan timur laut bagian selatan, ketinggian gelombang bisa mencapai 2,5 meter,” jelasnya.
“Untuk perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian Barat Lampung, gelombang bisa mencapai 4 meter, karena kecepatan angin yang diprediksi mencapai 35 knot,” kata dia.
Berita Terkait
-
Evakuasi Pohon Tumbang di Tol Bakauheni, Lalu Lintas Sempat Macet
-
Waspada Gelombang Tinggi di Pelabuhan Bakauheni, Polisi Sarankan Ini ke Masyarakat
-
Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal Kembali
-
Pelabuhan Bakauheni Ditutup, Polisi Siapkan Rencana Antisipasi Kemacetan
-
Layanan Penyeberangan Bakauheni-Merak Ditunda 2 Jam Akibat Gelombang Tinggi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran