SuaraLampung.id - Realisasi pajak air permukaan (PAP) di Provinsi Lampung telah mencapai Rp7 miliar hingga periode Oktober 2024 atau 90,66 persen dari target.
Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin menuturkan, target pendapatan dari pajar air permukaan yang ditentukan sebesar Rp7,5 miliar.
"Artinya realisasi pajak air permukaan sudah mencapai 90,66 persen dari target yang ditentukan," ujar Samsudin, Rabu (6/11/2024).
Sedangkan realisasi pajak air permukaan di Lampung pada 2023 sebesar Rp9,4 miliar dari target Rp7 miliar, sehingga pajak air permukaan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang potensial.
"Pajak air permukaan merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan," ujar Samsudin.
Menurut dia, target ini bisa tercapai berkat kerja sama semua pihak khususnya perusahaan pengguna air permukaan.
Samsudin mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan upaya optimalisasi pendapatan daerah, salah satunya dengan melakukan pemutakhiran sarana prasarana sistem informasi pengelolaan pajak air permukaan.
Dengan tujuan untuk semakin memudahkan wajib pajak melakukan pelaporan serta pembayaran pajak air permukaan.
"Semoga kedepannya kerjasama ini makin terjalin sehingga kita dapat bersama-sama meneruskan pembangunan di Provinsi Lampung yang kita cintai ini dengan baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Miris! Gadis 16 Tahun di Bandar Lampung Dijual Suami Siri Lewat Michat 20 Kali
Ia mengatakan dilaksanakannya sosialisasi sistem informasi pengelolaan pajak air permukaan (E-PAP) juga menjadi salah satu implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah beserta peraturan operasional turunannya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Miris! Gadis 16 Tahun di Bandar Lampung Dijual Suami Siri Lewat Michat 20 Kali
-
Kampanye Medsos Nihil, Paslon Cagub-Cawagub Lampung Lebih Pilih Cara Konvensional
-
Terjatuh Usai Jambret di Jalan ZA Pagar Alam Bandar Lampung, Pelaku Nyaris Dihakimi Massa
-
PMI Tewas di Malaysia, Sindikat Perdagangan Orang Lampung Terbongkar
-
Siap Anggarkan Dana, Pemprov Lampung Nantikan Mobil Maung Garuda
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah
-
BRI Unggul dalam Brand Finance Indonesia 100 2026, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar
-
Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik
-
Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
-
Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci