SuaraLampung.id - Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin meminta pemerintah kabupaten dan kota memaksimalkan pendataan dan penagihan tunggakan pajak kendaraan guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Samsudin mengatakan, Pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) merupakan salah satu sumber PAD yang cukup potensial dan berpengaruh terhadap pendapatan daerah.
Ia mengatakan pada 2023 sektor pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber PAD yang menyumbang nilai cukup besar.
Nilainya yaitu mencapai Rp1,6 triliun atau 45,1 persen dari total pendapatan asli daerah di provinsi tersebut yang nilainya Rp3,76 triliun.
"Pemerintah kabupaten dan kota harus ikut berpartisipasi aktif dalam pendataan dan penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor dengan besarnya potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah, mari kita optimalkan dalam mengelola PKB dan BBNKB bersama," katanya.
Samsudin menjelaskan tingkat kepatuhan membayar PKB secara nasional maupun di Provinsi Lampung masih di bawah 50 persen dari total data jumlah kendaraan bermotor yang ada.
"Hal ini dapat menjadi peluang bagi pemerintah kabupaten serta kota untuk meningkatkan pendapatan daerah, karena masih terdapat potensi pendapatan yang belum tertagih. Bapenda harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan kepatuhan membayar PKB agar bisa lebih dari 50 persen atau bahkan harus bisa mencapai 80 persen," tambahnya.
Menurut Samsudin, dengan memaksimalkan pendataan dan penagihan tunggakan pajak kendaraan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan daerah untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Provinsi Lampung Jon Novri.
Baca Juga: KPU: Kesadaran Politik Kaum Difabel di Bandar Lampung Sangat Tinggi
"Saat ini kami telah melakukan upaya optimalisasi penerimaan PKB melalui kegiatan pendataan dan penagihan tunggakan PKB dari rumah ke rumah atau jemput bola menggunakan aplikasi SIPP-PKB," kata Jon Novri.
Kemudian melakukan kegiatan aksi tempel-tempel (ATT) dan razia gabungan di seluruh wilayah Lampung yang sedang berjalan hingga dua pekan ke depan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
KPU: Kesadaran Politik Kaum Difabel di Bandar Lampung Sangat Tinggi
-
Raup Rp5,42 Miliar, Pendanaan UMKM Lampung Lewat Securities Crowd Funding Menanjak
-
Meriah! Perputaran Uang di Bandar Lampung Expo & Begawi 2024 Capai Rp1,1 Miliar
-
Waspada Penipuan Berkedok Bisnis Pulsa! Wanita Ini Raup Rp125 Juta dari Tetangganya Sendiri
-
Siapa Melinda Zuraida? Sosok ASN yang Diusulkan PKS sebagai Calon Bupati Lampung Selatan
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan
-
Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai