SuaraLampung.id - Komunitas Berkat Yakin (Kober) Lampung memprediksi dalam 36 Tahun ke depan bahasa daerah Lampung mengalami kepunahan.
Ketua Kober Lampung Alexander GB mengatakan, proposisi tersebut muncul berdasarkan riset pakar sosiolinguistik, Prof. Hasyim Gunawan di tahun 1984.
"Dalam riset tersebut disebutkan Bahasa Lampung diprediksi akan punah dalam 3 generasi yang berarti 75 tahun dari Tahun 1984," kata Alexander GB, Senin (15/7/2024).
Ia mengungkapkan data Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2022 menyatakan bahwa sebanyak 139 bahasa daerah di Indonesia terancam punah dan bahasa Lampung berada di antaranya.
"Saat ini bahasa Lampung merupakan bahasa minoritas di provinsinya sendiri," kata dia.
Penyebabnya, kata Alexander GB, karena berbagai macam persoalan. Salah satunya adalah Provinsi Lampung yang multikultur menyebabkan setidaknya ada enam bahasa yang berkembang di daerah ini yakni Bahasa Indonesia, Jawa, Basemah, Padang, Bali, Bugis, Padang, dan lain-lain.
"Kemudian sikap bahasa penutur jati bahasa Lampung, khususnya generasi muda yang cenderung pasif. Penutur Bahasa Lampung terputus pada generasi tua, karena mayoritas lingkungan keluarga tidak lagi meneruskan penggunaan Bahasa Lampung secara aktif kepada anak-anaknya," kata dia.
Alexander menjelaskan bahwa kepunahan sebuah bahasa mengandung implikasi yang luas yakni hilangnya bahasa penutur serta kebudayaan yang melekat di dalamnya secara inheren.
"Terancam punahnya Bahasa Lampung menjadi perhatian kami, Yayasan Rumah Kebudayaan Kober, sebagai salah satu Komunitas Kebudayaan di Lampung. Sebab melalui bahasa, nilai-nilai, tradisi, dan warisan budaya Lampung dapat dilestarikan dan ditransmisikan kepada generasi berikutnya. Jika bahasa Lampung punah, maka dasar eksistensi tradisi Lampung akan ikut punah pula," kata Alexander GB.
Baca Juga: Awas! Operasi Patuh Krakatau 2024 di Lampung: ETLE Mengintai, Tilang Manual Menanti
Ia menegaskan bahwa semua pihak dirasa perlu untuk turut mengevakuasi, membaca, memperhatikan, familiarisasi, atau memvitalkan Bahasa Lampung kembali. Kemudian merancang program yang sekiranya sejalan dengan semangat revitaliasi bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung.
"Bekerja sama dengan Kemendikbudristek RI, Kober Lampung melalui platform Dana Indonesiana, kategori Pendayagunaan Ruang Publik, pada Tahun 2023- 2024, menyelenggarakan program Festival Seni Bahasa Lampung 'Menatap Tubuh Bahasa' yang akan digelar pada 22-28 Juli," kata dia.
Dia mengungkapkan bahwa program yang dijalankan bersama Kemendikbudristek tersebut bertujuan merevitalisasi bahasa ibu melalui beragam bidang seni dan budaya, seperti Teater, Sastra (Puisi dan Naskah Teater), dan Musik Klasik Berbahasa Lampung.
"Metode ini kami anggap tepat dan komprehensif dalam upaya familiarisasi bahasa karena bukan hanya menyasar kognisi penutur, tetapi juga menyasar aspek emosi dan tubuh dari bahasa itu sendiri yang kita tahu sangat kompleks," katanya.
Alexander mengatakan tujuan dari program ini juga guna mendorong keterlibatan masyarakat untuk menjadikan Taman Budaya Lampung sebagai ruang revitalisasi bahasa ibu.
"Kemudian, mendorong Taman Budaya Lampung sebagai medan komunikasi yang lebih terbuka terkait guna pertahankan bahasa ibu. Kemudian menjadikan Taman Budaya Lampung sebagai tempat yang menyenangkan dan partisipatif dalam proses melestarikan bahasa ibu," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Awas! Operasi Patuh Krakatau 2024 di Lampung: ETLE Mengintai, Tilang Manual Menanti
-
Tak Cuma Siger & Tapis, Maskot Pilgub Lampung 2024 Kini Tampil Beda
-
Hati-Hati! Bawaslu Lampung Temukan Ratusan Pelanggaran Coklit Data Pemilih Pilkada 2024
-
UMKM Lampung Go Nasional! BI: Saatnya Bangga Buatan Lokal
-
Awas Razia! 7 Pelanggaran Ini Jadi Fokus Operasi Patuh Krakatau 2024 di Lampung
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung