SuaraLampung.id - Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di Provinsi Lampung hingga triwulan I 2024 telah mencapai Rp180,05 miliar atau 13,60 persen.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung Mohammad Dody Fachrudin mengatakan target penerimaan kepabeanan dan cukai di 2024 sebesar Rp1,32 triliun.
"Pertumbuhan positif terlihat dari penerimaan bea masuk sebesar 14,28 persen tahun ke tahun. Atau sebesar Rp123,8 miliar akibat peningkatan importasi beras," katanya.
Dody melanjutkan dari sisi penerimaan cukai tumbuh positif sebesar 1.666 persen atau sebanyak Rp2,58 miliar yang dipengaruhi oleh pemberlakuan PMK 237/PMK.04/2022.
"Namun untuk bea keluar mengalami perlambatan sebesar 77,20 persen sehingga sumbangan kepada kinerja penerimaan sebesar Rp54,63 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga CPO di pasar global," ucap dia.
Sedangkan penerimaan dari sisi pajak dalam rangka impor (PDRI) atau dikenal sebagai pajak impor menurut Dody, sebesar Rp522,9 miliar.
Rinciannya, pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas ekspor komoditas tambang batubara, mineral logam, dan mineral bukan logam sebesar Rp51,6 miliar, PPh Pasal 22 Impor adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan barang dan jasa dari luar negeri Rp136,9 miliar.
Selanjutnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri Rp86,5 miliar dan PPN Impor Rp328,8 miliar.
"Sedangkan untuk neraca perdagangan bertambah 418,39 juta dolar Amerika Serikat, dimana devisa ekspor sebesar 969,83 juta dolar Amerika Serikat sedangkan devisa impor 551,44 juta dolar Amerika Serikat," tambahnya.
Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal! Bea Cukai Lampung Musnahkan 40 Juta Batang, Nilainya Fantastis!
Menurut Dody, adanya perlambatan kinerja devisa ekspor pada triwulan I 2024 sebesar 92,24 juta dolar Amerika Serikat disebabkan oleh perlambatan devisa batu bara sebesar 37 juta dolar Amerika Serikat.
Kemudian akibat perlambatan devisa minyak kelapa sawit sebesar 12 juta dolar Amerika Serikat.
"Sedangkan penurunan devisa impor disebabkan oleh peningkatan devisa importasi minyak mentah sebesar 122 juta dolar Amerika Serikat, dan peningkatan devisa importasi gula sebesar 6,6 juta dolar Amerika Serikat," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Gempur Rokok Ilegal! Bea Cukai Lampung Musnahkan 40 Juta Batang, Nilainya Fantastis!
-
Gawat! Kawanan Gajah Liar Serbu Permukiman Warga di Lampung Barat
-
Bawaslu Awasi Ketat Pantarlih, Pastikan Coklit Data Pemilih Pilkada 2024 Sesuai Prosedur
-
Punya NIK, ODGJ di Bandar Lampung Bisa Dapat KTP dan KK
-
Luar Biasa! Belanja APBN Lampung Tembus Rp7,62 Triliun di Triwulan I 2024
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Imsak Bandar Lampung 20 Maret 2026: Waktu Sahur Terakhir, Jangan Sampai Terlewat
-
Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar
-
Jangan Salah Arti! 'Wal Faizin' di Lebaran Bukan Cuma Tradisi, Ini Makna Sebenarnya
-
Cari Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Bandar Lampung? Ini Daftar Lengkap per Wilayah
-
Buka Puasa Bandar Lampung 19 Maret 2026 Jam Berapa? Menjelang Magrib, Catat Waktunya