SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meningkatkan kesejahteraan desa transmigrasi yang ada di daerahnya agar menjadi desa yang berdaya saing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Zaidirina menuturkan, banyak desa transmigrasi tersebar di Provinsi Lampung.
Banyaknya desa transmigrasi yang ada di Provinsi Lampung tersebut menurut Zaidirina, membuat pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan desa agar bisa menjadi desa mandiri, maju dan berdaya saing.
"Sekarang yang paling penting itu untuk pengembangan desa-desa transmigrasi, salah satunya adalah dengan meningkatkan kesejahteraannya. Itu yang kita lakukan melalui memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jadi desa transmigrasi tidak kalah dengan desa lainnya bahkan berdaya saing," katanya.
Zaidirina menjelaskan salah satu desa transmigrasi yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan warganya melalui keberadaan BUMDes ada di Kabupaten Mesuji.
"Ada BUMDes di Mesuji yang menjadi juara satu tingkat Provinsi Lampung karena pengelolaannya yang sudah sangat baik dan ini ada di kawasan transmigrasi. Sekarang BUMDes sudah masuk ke semua desa untuk membentuk mengelola potensi yang ada di desa untuk kembali lagi manfaatnya ke masyarakat yang sejahtera," ucap dia.
Zaidirina melanjutkan pengembangan desa transmigrasi secara nasional salah satunya di Provinsi Lampung sudah makin berkembang dari sebelumnya hanya berpindah tempat dari daerah yang padat ke daerah yang jumlah penduduknya sedikit.
Di mana saat ini transformasi transmigrasi lebih kepada pengembangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyelenggaraan yang kolaboratif.
"Desa transmigrasi di Lampung yang sudah menjadi desa maju itu ada di Kabupaten Way Kanan, tepatnya di Kecamatan Way Tuba. Kemudian di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang yaitu di Rawa Pitu dan di Kabupaten Pesisir Barat tepatnya di daerah Ngambur," tambahnya.
Menurut dia, selain mendorong desa transmigrasi di Lampung semakin maju, pemerintah daerah juga berupaya membuat desa-desa tua juga menjadi desa maju.
Baca Juga: Waspada Modus Jual Beli Mobil, Pria di Lampung Timur Tipu Korban Hingga Puluhan Juta
"Kami bersyukur untuk kawasan atau desa transmigrasi di Lampung ini sudah cukup maju, malah melebihi desa desa asalnya atau desa tua yang ada di lokasi itu. Makanya sekarang kita harus menyeimbangkan juga jangan sampai kawasan desa tua tidak maju sedangkan kawasan desa transmigrasi lebih maju. Jadi harapannya semua desa baik desa transmigrasi atau yang bukan bisa menjadi desa maju," kata dia lagi.
Diketahui di Provinsi Lampung baik desa transmigrasi atau desa biasa totalnya ada sebanyak 2.446 desa dan telah masuk dalam kategori berkembang, maju dan mandiri. Dimana pada 2023 ada 105 desa mandiri, 803 desa maju, dan 1.439 desa berkembang.
Berbagai inovasi program dalam memaksimalkan perekonomian desa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui pengembangan BUMDes meliputi program elektronik Samsat Desa (e-Samdes), Smart Village, dan BUMDes menjadi kios dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), Warung Sehat sebagai apotek desa, lalu menjadi penyaluran pupuk dan alat pertanian dalam memenuhi kebutuhan petani di desa. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Waspada Modus Jual Beli Mobil, Pria di Lampung Timur Tipu Korban Hingga Puluhan Juta
-
Cegah PSU, KPU Bandar Lampung Sosialisasikan e-Coklit ke PPK dan PPS
-
Tergiur Iming-iming iPhone, Anak di Bandar Lampung Jadi Korban Prostitusi
-
Diduga Kelelahan, Perwira Polisi Asal Lampung Ini Tutup Usia Saat Ibadah Haji
-
Mencuri Baterai Menara Telekomunikasi, Oknum ASN di Lampung Tengah Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir
-
Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar