SuaraLampung.id - Viral di TikTok video pengakuan seorang sopir asal Lampung Tengah menjadi korban pemalakan hingga penodongan senjata tajam oleh preman di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Video yang diunggah akun medsos TikTok @ekonyarafifdriver hingga kini ditonton sebanyak 1,6 juta kali. Dalam video itu, Eko menumpahkan kekesalannya atas pemalakan yang terjadi pada Minggu (28/4/2024).
Eko mengaku kesal karena uang yang dipalak preman itu dia kumpulkan untuk modal menikah. Dia mengatakan awalnya ingin menabrak para preman itu. Tapi dia ingat orang tuanya dan takut ditangkap. Dua pun meminta Polri agar menangkap para pemalak.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadilah Astutik mengatakan, pihaknya menelusuri akun TikTok tersebut dan menemukan korban bernama Panut Sang Sangko alias Eko, warga Desa Komering Agung, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah.
"Tim gabungan bergerak cepat menuju rumah orang tua korban. Sesampainya di lokasi, tim bertemu langsung Panut alias Eko beserta orang tua dan calon istri korban, dan seorang saksi," ujar Umi, Selasa (30/4/2024) dikutip dari Lampungpro--jaringan Suara.com.
Dari keterangan korban, aksi pemalakan itu dialami Eko bersama Dwi saat mengendarai truk dan melintasi Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (28/4/2024) sekitar pukul 04.00 WIB.
Waktu itu, korban disalip dari sebelah kanan oleh dua laki-laki tidak dikenal berboncengan mengendarai sepeda motor. Keduanya menyuruh korban berhenti dengan cara menghadang mobil truk korban dari arah depan.
Kemudian seorang laki-laki turun dari sepeda motor langsung berjalan menuju ke pintu kiri mobil korban. Pria ini membuka pintu kiri truk dan langsung masuk ke kabin kendaraan dan menyuruh korban dan rekannya menyerahkan uang.
"Sesampainya di tempat kejadian perkara, korban disuruh berhenti dan seorang laki-laki tidak dikenal berada di dalam kabin keluar dari mobil sambil menyuruh korban keluar dari mobil," ungkap Kabid Humas.
Baca Juga: Pria Ini Tikam Orang yang Mengeroyoknya hingga Tewas saat Membela Diri, Kini Jadi Tersangka
Lebih lanjut kembali datang dua orang laki-laki tidak dikenal berboncengan mengendarai sepeda motor lainnya. Sehingga hingga pelaku berjumlah empat laki-laki.
Saat itu, korban dimintai uang sejumlah Rp600 ribu dengan alasan sebagai uang keamanan karena baru pertama kali melintasi lokasi itu. Korban sempat menolak dan bernegosiasi dengan para pelaku, hingga diberikan uang Rp450 ribu.
"Setelah diberi uang, para pelaku ini membuat cap bertuliskan 'LL' menggunakan cat semprot putih di bak sebelah kiri truk sebagai tanda keamanan," kata Umi.
Setelah truk selesai diberikan cap, korban bersama Dwi merupakan kernet melanjutkan perjalanan ke Lampung. Namun saat melintasi jembatan perbatasan antara Sumatera Selatan dan Lampung, truk korban kembali dipepet oleh dua dari empat laki-laki tidak dikenal sebelumnya.
"Di sini korban ditodong dengan pisau. Karena panik, akhirnya Eko memberikan uang Rp300 ribu ke kedua pelaku. Setelah mendapatkan uang, para pelaku memutar arah langsung pergi meninggalkan korban. Akibat peristiwa ini total korban mengalami kerugian Rp750 ribu," ucap Umi.
Menindaklanjuti peristiwa, tim gabungan membawa Eko dan Dwi menuju lokasi kejadian dan langsung melakukan pengecekan hingga olah tempat kejadian perkara.
Berita Terkait
-
Pria Ini Tikam Orang yang Mengeroyoknya hingga Tewas saat Membela Diri, Kini Jadi Tersangka
-
Sopir Truk Buah dan Sayur Teriak-teriak Minta Diseberangkan ke Merak: Bisa Busuk Ini Barang
-
15 Jam Menunggu, Ratusan Sopir Truk Gelar Unjuk Rasa di Pelabuhan Bakauheni
-
Diajak Mabuk Sampai Teler, Polisi di Lampung Tengah Lalu Dihabisi oleh Remaja 17 Tahun
-
Ditolak Berhubungan Intim, Remaja di Lampung Tengah Ancam Sebar Video Asusila Kekasih
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi
-
Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental
-
Kades Ogan Jaya Dikejar Golok Usai Mediasi di Kantor Pemkab Lampung Utara: 2 Tersangka Ditahan
-
BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya