SuaraLampung.id - Ratusan anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) wilayah Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur kecewa dengan pihak Sekretariat Panwascam karena honor yang tidak juga diberikan, sampai Sabtu (17/2/2023).
Ratusan PTPS sudah bekerja selama tiga hari penuh hingga di hari pencoblosan mereka (PTPS) tidak tidur sama sekali. Data formulir C1 atau sertifikat hasil dan rincian penghitungan perolehan suara sudah dikerjakan lengkap dan disetorkan ke sekretariat Panwascam Kecamatan Way Jepara.
"Kami sudah kerja, alasan nya ada yang kurang soal pembuatan laporan perjalanan dinas. Kasian kami dari pagi awal pencoblosan hingga penyerahan logistik surat suara ke kecamatan 24 jam lebih kami tidak tidur"kata beberapa anggota PTPS Kecamatan Way Jepara, Sabtu (17/2/2022).
Jika peristiwa birokrasi soal honor dihambat hambat seperti itu, menurut beberapa anggota PTPS Way Jepara enggan menjadi Anggita PTPS. Ironisnya birokrasi kecamatan lain tidak serumit Way Jepara untuk pembayaran honor PTPS.
"Gaji cuma 1 juta aja dipersulit, sekarang kami pasrah mau dibayar ya sudah tidak ya sudah. Kami sudah maksimal membantu mensukseskan hajat negara tersebut"kata beberapa anggota PTPS.
Bendahara sekretariat Panwascam Kecamatan Way Jepara, Suriyani dan Rasyid bersikukuh tetap akan membayar honor Anggita PTPS pada hari Senin atau Rabu pekan depan dengan alasan beberapa SPJ perjalanan dinas yang belum selesai.
"Harus diselesaikan dulu SPJ perjalanan dinas, kalau belum selesai tidak akan kami bayar, karena itu salah satu syarat untuk mengeluarkan anggaran pembayaran Anggita PTPS"kata Suryani.
Sementara staf Bawaslu Kabupaten Lampung Timur Zahid mengatakan, seharusnya birokrasi pembayaran honor anggota PTPS dibuat flexibel saja jangan terlalu kaku hingga membuat Anggita PTPS kecewa.
"Memang menurut saya panwascam Way Jepara aneh, seharusnya honor diberikan saja kalau hanya persoalan pembuatan SPJ perjalanan dinas ada yang kurang tidak lebih dari 5 persen"kata Staf Bawaslu Kabupaten Lampung Timur tersebut.
Baca Juga: Beras Langka di Lampung, Arinal: Indikasi Monopoli
Kontributor : Agus Susanto
Berita Terkait
-
PSU di TPS 19 Way Kandis Digelar Minggu, KPU Ganti Semua Petugas KPPS
-
Beras Langka di Lampung, Arinal: Indikasi Monopoli
-
Dua Caleg yang Namanya Tercoblos Duluan di Surat Suara Bakal Diperiksa Bawaslu Bandar Lampung
-
Diperiksa Bawaslu Kasus Surat Suara Tercoblos, KPPS TPS 19 Way Kandis Bilang Begini
-
Ratusan Surat Suara Tercoblos Atas Nama 2 Caleg, Bawaslu Bandar Lampung: Pidana!
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati
-
Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas
-
Bongkar Salon & Pintu HR-V, Polisi Sita 9.954 Cartridge Etomidate Sabu Rp29,8 Miliar di Bakauheni
-
BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta
-
Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga