SuaraLampung.id - Kebakaran di Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) setiap tahunnya menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Konservasi.
Direktur Jenderal Penegakkan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan, hutan TNWK rawan pembakaran hutan oleh orang tak bertanggung jawab.
Ke depan, kata Ridho, Balai TNWK harus menguatkan patroli sebagai mitigasi meminimalisasi kebakaran hutan dan memberdayakan Sposrc.
Sposrc merupakan polisi yang sudah terlatih dan menguasai ilmu intelejen dan ilmu teknologi. Menurut Rasio, pihaknya sudah memanfaatkan teknologi dengan menggunakan satelit.
Ridho mengaku pada 2016 mereka melakukan operasi pengamanan hutan di Indonesia dengan melibatkan Sposrc.
Hasil dari operasi tersebut kementrian LHK sudah membawa 1.647 kasus ke pengadilan dengan jumlah tersangka ribuan orang.
"Maka langkah-langkah itu akan kami terapkan kembali khususnya di hutan TNWK untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun," kata Ridho.
Sementara itu Wakil Menteri Lingkungan Hidup Kementrian (LHK), Alue Dohong menegaskan bahwa kebakaran hutan Way Kambas 99 persen dilakukan oleh manusia ditambah faktor Elnino sehingga sangat mudah melakukan pembakaran hutan.
"Kami yakin tidak ada faktor alami nya, tapi murni ulah manusia ini yang menjadi PR kami untuk membongkar dan siapapun itu yang terlibat akan kami adili," kata Wamen LHK tersebut.
Baca Juga: Kebakaran di Bandar Lampung Selama 2023 Menimbulkan Kerugian Rp 8,2 Miliar
Menurutnya motif dari membakar hutan itu bisa macam macam seperti orang mancing di dalam hutan hingga tujuan tertentu soal perburuan.
Artinya, kata dia, bisa faktor kesengajaan atau faktor kelalaian manusia membuang api atau menghidupkan api di lapangan.
"Dan kami akan cek ke lokasi mana saja yang sering terbakar kok setiap tahun terjadi, akan kami selidiki dengan tim khusus untuk membongkar persoalan kebakaran yang selalu terjadi setiap tahun," terang Alue Dohong.
Kontributor : Agus Susanto
Berita Terkait
-
Kebakaran di Bandar Lampung Selama 2023 Menimbulkan Kerugian Rp 8,2 Miliar
-
Biaya Mahal, Wisatawan Asal Jambi Kecewa Datangi TNWK
-
Breaking News, Gajah Jantan Dugol Tewas di Hutan Way Kambas Lampung
-
Dua Kapal Nelayan di Dermaga Pelelangan Ikan Muara Pilu Bakauheni Terbakar, Ini Penyebabnya
-
Bus AKDP Terbakar di Jalan Lintas Tulang Bawang Barat, Sopir Berhasil Menyelamatkan Diri
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kemensos, Ini Bahayanya
-
7 Promo Indomaret untuk Belanja Camilan dan Minuman Lebih Hemat di Awal Tahun 2026
-
7 Fakta Mengerikan Ayah di Pringsewu Rudapaksa Anak Tiri Selama 7 Tahun, Korban Sejak Kelas 5 SD
-
Cek Fakta: Benarkah Kejagung Tetapkan Luhut Jadi Tersangka Korupsi Lahan Batu Bara
-
7 Promo Tambah Daya PLN untuk Rumah Tangga dan UMKM, Diskon 50% Awal 2026