SuaraLampung.id - Kerajaan Sriwijaya pernah meninggalkan jejaknya di Provinsi Lampung. Bukti keberadaan Kerajaan Sriwijaya di Lampung dilihat dari adanya temuan sejumlah prasasti.
Berikut sejumlah prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Lampung seperti dikutip dari buku berjudul "Sejarah Daerah Lampung" terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Lampung tahun 1997.
Prasasti Palas Pasemah berada di Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Letak prasasti ini tidak jauh dari pantai.
Batu bersurat tersebut ditemukan di pinggir sungai kecil yang dikenal dengan nama sungai Palas, dan tempat tersebut dinamakan Kampung Palas Pasemah. Nama Pasemah menunjukkan bahwa penduduk yang mula-mula mem- buka daerah ini adalah penduduk dari Pasemah (daerah Palembang).
Isi Prasasti Palas Pasemah sama dengan prasasti Kotakapur dan prasasti Karang Brahi yang terdapat di Jambi yaitu mengenai usaha Sriwijaya untuk menaklukkan kerajaan Tarumanagera.
Perbedaannya hanyalah pada kalimat terakhir, baik prasasti Palas maupun Karang Berahi tidak menyebutkan yam bhumi Jawa tidak bhakti ka Criwijaya.
Keberadaan Prasasti Palas Pasemah ini menjadi bukti bahwa daerah Lampung dijadikan basis Kerajaan Sriwijaya untuk menguasai pulau Jawa.
Prasasti Palas Pasemah ini telah berhasil dibaca dan diterjemahkan oleh Drs. Buchori, seorang arkeolog Indonesia pada tahun 1968. Prasasti ini memakai aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta.
Baca Juga: Deretan Peninggalan Zaman Megalitikum di Lampung
Menilik huruf dan isinya, banyak persamaan dengan prasasti Karang Berahi di Kota Kapur Bangka.
Prasasti Ulu Belu berada di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Batu bersurat ini ditemukan di daerah pedalaman sebelah barat bagian selatan daerah Lampung.
Prasasti ini telah diambil tahun 1934 dan dijadikan koleksi museum Pusat di Jakarta. Prasasti Ulu Belu memakai bahasa Melayu Kuno, bercampur bahasa Jawa Kuno yang berasal dari abad ke- 10-12 M.
Berdasarkan hal itu, prasasti ini mungkin dikeluarkan oleh raja Sriwijaya yang mempergunakan bahasa Melayu Kuno, dalam prasasti-prasasti yang dikeluarkannya seperti Kedukan Bukit, Talang Tua, Karang Berahi dan Kota Kapur serta prasasti Palas Pasemah.
Kemungkinan juga pengaruh Wangsa Sjailendra sudah sampai di Lampung bila kita bandingkan dengan prasasti Gandasuli, sebuah prasasti yang unik di Jawa Tengah yang mempergunakan bahasa Melayu Kuno, yang berasal dari abad ke-9.
Berita Terkait
-
Deretan Peninggalan Zaman Megalitikum di Lampung
-
Polisi Dalami Pelaku Lain Kasus Pencurian BRILink di Pesisir Barat
-
Lampung Sudah Didiami Masyarakat Sejak Zaman Purba, Ini Buktinya
-
Pejabat Polda Lampung Ramai-ramai Turun ke Sekolah-sekolah, Ada Apa Ya?
-
SDM Terbatas, Bawaslu Lampung Dorong Peran Aktif Masyarakat Awasi Pemilu 2024
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Buntut Tolak Layani Pria Hidung Belang, Pemandu Lagu di Tubaba Diseret Paksa hingga Terluka
-
Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen
-
Himpitan Ekonomi Berujung Duka: Seorang Kurir Paket di Tanggamus Ditemukan Meninggal Tragis
-
Bisnis Gelap Berjalan 6 Bulan, Sindikat 'Penyedot' Bio Solar di Way Kanan Digulung Polisi
-
Tergiur Kunci Tertinggal di Parkiran Dermaga, Buruh Pelabuhan Panjang Nekat Bawa Kabur Motor