1. Raden Intan I bersedia mengakhiri jalan kekerasan dan bersedia membantu pemerintah;
2. Raden Intan I akan diakui kedudukannya sebagaimana halnya pada zaman pemerintah Daendels;
3. Raden Intan I mendapat pensiun sebesar f.1.200,- setahun se- dangkan saudara-saudaranya masing-masing f.600,- setahun.
Tetapi masa damai ini hanya sebentar. Hubungan Radin Inten I dengan pemerintah Belanda kembali meruncing. Pemerintah Belanda lalu menempuh jalan kekerasan.
Pada bulan Desember 1825, gezag- hebber Lelievre di Telukbetung bersama Letnan Misonius dengan kekuatan 35 orang serdadu dan 7 opas datang ke Negara Ratu dengan maksud menangkap Radin Inten I untuk dibawa ke Telukbetung.
Rupanya Radin Inten I dalam keadaan sakit. Dia meminta waktu dua hari sebelum dibawa ke Telukbetung. Sementara itu Lelievre dan pasukannya beristirahat di Negara Ratu.
Pada tanggal 13 Desember 1825 pagi hari, Radin Inten I menyerang perkemahan orang-orang Belanda. Lelievre tewas bersama orang sersan, sedang Letnan Misonius mengalami luka. Mereka terpaksa pulang di Telukbetung tanpa Raden Intan I.
Tiga tahun kemudian Radin Inten I wafat. Sejak penyerangan itu sampai Radin Inten I wafat, tidak ada perhatian Belanda untuk melenyapkan kekuasaan Radin Inten I.
Ini karena pasukan Belanda dipusatkan untuk melawan pasukan Pangeran Diponegoro yang mulai pada tahun 1825 melakukan perlawanan terhadap Belanda di Jawa Tengah. Radin Inten I digantikan oleh putranya Raden Imba II gelar Kusuma Ratu (1828-1834).
Berita Terkait
-
VO di-DO Usai Kumpul Kebo dengan Oknum Dosen UIN Lampung, Nasibnya Kini Makin Miris
-
Ditabrak Truk dari Belakang di Depan Putaran SMAN 5 Bandar Lampung, Wanita Ini Meninggal
-
Bisnis Perhotelan Bangkit Setelah Pandemi, PAD Pajak Hotel di Bandar Lampung Terkerek
-
Ragam Pendapat Awal Mula Islam Masuk ke Lampung
-
Bioskop CGV Lampung, Di Mana Lokasinya?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung