Poyang Inder Gajah dengan gelar Umpu Bejalan di Way melahirkan keturunan orang Abung. Pak Lang gelar Umpu Pernong melahirkan keturunan orang pubian. Sikin gelar umpu Nyerupa melahirkan keturunan Jelma Daya. Belunguh gelar Umpu Belunguh melahirkan keturunan Peminggir dan Indarwati gelar Puteri Bulan melahirkan keturunan Tulang Bawang.
Selanjutnya Hilman menjelaskan, bahwa umpu-umpu ini hanya sebagian berasal dari Pagarruyung, yang sebagian berasal dari Darmasraya. Sebelum memasuki Lampung, mereka menetap di Rejang (Bengkulu) mengusahakan tambang emas bersama Datuk Pe patih Nan Sebatang yang berasal dari daerah Laras Bodi Chaniago Pagarruyung.
Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa keempat Umpu itu adalah Putera-putera raja Sriwijaya yang berhasil menyelamatkan diri ketika Sriwijaya pada suatu waktu diserang oleh musuh dari luar (mungkin dari India).
Mengenai asal-usul penduduk Lampung itu, bahwa mereka berasal dari Pagarruyung, telah menarik minat para siswa sekolah Thawalib Padang Panjang pada tahun 1938 untuk mengadakan penelitian tentang asal-usul penduduk Lampung di Pagarruyung.
Baca Juga: Dalam Sehari Terjadi 10 Karhutla di Lampung Selatan
Di dalam cerita rakyat Cindur Mato yang berhubungan juga dengan cerita rakyat di Lampung disebutkan bahwa pada suatu ketika Pagarruyung diserang musuh dari India. Penduduk setempat mengalami kekalahan karena musuh telah menggunakan senjata dari besi, sedang rakyat masih menggunakan alat dari nibung (ruyung).
Mereka kemudian melarikan diri, ada yang melalui sungai rokan, sebagian melalui laut dan terdampar di hulu sungai Ketaun di Bengkulu dan menurunkan suku Rejang.
Yang lari ke utara menurunkan suku Batak, yang terdampar di Gowa (Sulawesi Selatan) dengan menurunkan suku Bugis. Sedangkan yang terdampar di sungai Kerui lalu menyebar ke dataran tinggi Sekala Berak. Mereka inilah yang menurunkan suku Lampung.
Namun cerita-cerita mengenai asal usul penduduk Lampung ini menurut Buku Sejarah Daerah Lampung tidak disertai dengan data-data yang jelas dengan masa atau waktu yang pasti.
Baca Juga: KLHK: Ada Beberapa Pihak Terindikasi Melakukan Pencemaran Pesisir Pantai Lampung
Berita Terkait
-
Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur
-
KSAD Maruli Ungkap Nasib 2 Prajurit Penembak Mati 3 Polisi di Lampung: Kemungkinan Dipecat!
-
Jenderal Maruli: Pemecatan Pelaku Penembakan 3 Polisi Tunggu Vonis Pengadilan
-
Daftar Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Lampung untuk Mudik Lebaran 2025, Murah Meriah
-
Kopi Asal Lampung Mendunia, PPI Genjot Ekspor ke Mesir
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni