SuaraLampung.id - Proses hukum terhadap anggota DPRD Lampung Okta Rijaya yang menabrak bocah 5 tahun hingga tewas terus berjalan walau sudah ada perdamaian dengan pihak keluarga korban.
Kepala Satlantas Polresta Bandar Lampung Kompol Ikhwan Syukri mengatakan, penyidik kini masih melengkapi sejumlah alat bukti dalam proses penyidikan kasus kecelakaan anggota DPRD Lampung Okta Rijaya.
Disinggung terkait informasi damai keluarga korban, hingga kini polisi belum menerima laporan tersebut. Sehingga polisi masih akan melaksanakan tugas penyidikan sesuai aturan.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporannya, jadi kami selaku penegak hukum bidang lalu lintas akan melaksanakan tugas penyidikan sesuai aturan," ujar Ikhwan Syukri dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Menurut Ikhwan, untuk peristiwa yang terjadi pada Selasa (1/8/2023) malam, pelapornya masih atas nama kepolisian karena pihak keluarga korban masih syok, sehingga polisi memprioritaskan perkara tersebut tetap dilakukan penyidikan.
Sebelumnya, orang tua bocah inisial MA (5) yang tewas ditabrak mobil anggota DPRD Lampung, Okta Rijaya, di Jalan Antara, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung mengaku sudah ikhlas melepas kepergian anak semata wayangnya.
Orang tua korban pun tidak akan melakukan upaya proses hukum lebih lanjut, dan mengaku akan berdamai terhadap anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Berita Terkait
-
Mobil Innova Terbakar usai Seruduk Truk di Tol Tangerang, Begini Nasib Pengemudinya
-
Mobil Ditumpangi Keluarga asal Medan Masuk Jurang di Toba, 1 Tewas
-
Tabrak Pembatas Jalan di Kawasan Kuningan, Sebuah Mobil Listrik Ringsek Parah
-
Menteri BUMN: Angka Kecelakaan Bermotor Mayoritas Anak Muda
-
Lady Nayoan Beberkan Kondisinya, Tangan Bengkak dan Kaki Penuh Memar: Bersyukur Banget Aku
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Mantan Kekasih Rasa Begal: Mahasiswi Ditampar dan Dirampok di Natar, Videonya Disebar ke Medsos
-
Maut di Tikungan Tajam: Kecelakaan Berdarah di Jalinbar Pringsewu Telan 2 Korban Jiwa
-
Peluang Emas Jadi ASN! Bandar Lampung Usulkan 200 Formasi, Guru dan Nakes Jadi Rebutan
-
Akhir Pelarian di Tanah Banten: Jejak Berdarah Si Manusia Silver yang Bacok Sopir Travel di Balam
-
Mempertaruhkan Masa Depan di Kursi Ilegal: Nestapa Siswa SMA Siger Bandar Lampung