Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Kamis, 25 Mei 2023 | 20:00 WIB
ART korban kekerasan majikan di Bandar Lampung. [ISTIMEWA]

"Habis itu hari-harinya kalau ada kesalahan, kepala dijenturin ke besi," kata DL yang baru tiga bulan bekerja di tempat itu tanpa digaji.

Pernah suatu waktu, DL yang sudah selesai membersihkan rumah, langsung mandi. Majikan lalu melihat ada bekas obat satu helai rambut di lantai.

Tanpa babibu, majikan mendobrak pintu kamar mandi tempat DL mandi. Rambutnya dijambak diseret keluar kamar mandi. Dalam keadaan telanjang, DL disuruh mengepel ulang lantai.

Menurut DL, dua ART lain juga pernah mengalami tindakan tak manusiawi. Dua ART itu kata dia, pernah ditelanjangi lalu dicukur bulu kemaluannya sambil direkam video oleh majikannya.

Baca Juga: Polisi Angkat Bicara Soal Dugaan Penganiayaan Anak di Kembangan Jakarta Barat

Sama seperti DD, DL juga dipaksa minum obat-obatan dan vitamin setiap hari. Setiap habis dihajar, DL mengatakan, dipaksa minum obat.

DL lalu mendengar majikannya akan pindah rumah di Jalan Nusantara. Majikannya sudah mewanti-wanti mereka akan dibawa ke sana dan tidak digaji.

DL takut jika nanti pindah ke Jalan Nusantara tidak bisa kabur karena tidak tahu jalan. Ia akhirnya mengajak DD untuk kabur dari rumah tersebut.  Bersama DD, DL memanjat tower jam 5 subuh lalu loncat ke jalan. 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan peristiwa penganiayaan terhadap dua ART itu terjadi pada 8 Mei 2023.

Namun kedua korban baru melapor ke Polresta Bandar Lampung pada 24 Mei 2023 setelah berhasil kabur dari rumah majikannya.

Baca Juga: Kasus Dugaan KDRT Dosen UNS hingga Istri Babak-belur, Ini Jawaban Pihak Kampus

"Unit PPA melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Hasil keterangan korban, ada beberapa perbuatan penganiayaan tapi kami menunggu hasil visum," ujar Dennis.

Load More