SuaraLampung.id - Ahli Kopi Lampung Moelyono Soesilo menilai industri kopi Lampung akhir-akhir ini perkembangannya cukup menggembirakan.
Bila diamati selama 10 tahun terakhir, kata Moelyono, ada peningkatan tata cara kelola industri kopi Lampung.
Perkembangan yang baik di industri Kopi Lampung ini menurut dia harus diimbangi dengan produktivitas.
"Untuk alih teknologi ini memang penting, tapi yang khusus adalah pola petani dalam merawat dan mengelola kebun yang harus dilakukan oleh generasi milenial," tambahnya.
Dia menjelaskan, dengan melatih dan meningkatkan partisipasi generasi muda untuk menjadi petani kopi dapat membantu dalam meningkatkan produksi Kopi Lampung.
"Sekarang ini yang perlu dikembangkan dan didorong untuk maju adalah generasi petani muda, dimana pola tanam mereka sudah berbeda dengan orang tuanya, sebab mereka sudah kenal teknologi. Dan ini sudah terbukti di daerah Lampung Barat," katanya.
Ia melanjutkan pola pendampingan kepada generasi muda untuk menjadi petani kopi milenial sudah mulai terbukti dan dapat meningkatkan produktivitas lahan di Kabupaten Lampung Barat dengan jumlah panen hingga 2 ton per hektare.
"Sudah dicoba pendampingan di Kabupaten Lampung Barat selama 3 tahun ini dan produktivitas bisa meningkat dari 1 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare," ucap dia.
Menurut dia, saat ini di Lampung Barat ada sebanyak 10-12 orang petani muda yang aktif menerapkan tata kelola kebun yang baik dan yang sedang dibina untuk menjadi petani kopi milenial ada sebanyak 150 orang petani dengan usia di bawah 40 tahun.
Baca Juga: Kasus DBD di Bandar Lampung Mulai Mengalami Penurunan
"Dengan harga yang ada saat ini cukup tinggi, tentu kopi menjadi salah satu komoditas yang cukup menghasilkan. Jadi pengelolaan lahan dan pembinaan kepada petani kopi milenial ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi kalau bisa sampai 3 ton per hektare," tambahnya.
Ia mengatakan dengan pengembangan Kopi Lampung yang saat ini sudah hampir semua tempat melakukan petik merah, maka kualitas kopi sudah mampu memenuhi permintaan pasar.
"Harapannya dengan kesadaran petani untuk melakukan petik merah, lalu mulai banyak petani kopi milenial dan produktivitas meningkat, maka Kopi Lampung dapat terus berkembang pesat," ucap dia lagi.
Diketahui dengan luas area lahan kopi di Provinsi Lampung mencapai 156.918 hektare dan dengan 142.511 petani, telah diproyeksikan produksi tahun 2022 bisa mencapai 200 ribu ton, dan pemerintah daerah pun berencana untuk melakukan hilirisasi produk kopi menjadi kopi bubuk yang tersentralisasi di desa-desa. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kasus DBD di Bandar Lampung Mulai Mengalami Penurunan
-
12 Warga Bandar Lampung Korban Bencana Alam Dapat Bantuan dari Pemkot
-
Cara dr.Zaidul Akbar Hilangkan Rasa Mengantuk saat Bekerja Coba Ambil Sikap Tubuh Seperti Ini
-
Bisa Dimulai dengan Reduksi Konsumsi Kafein, Begini Cara untuk Kurangi Risiko Terkena Stres dan Depresi
-
Warga Kaget Lihat Mayat Mengambang di Pantai Sukaraja, Diduga WNA
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Penyelundupan 670 Burung Liar Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
-
35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga
-
Tiga Hari Hilang Tanpa Jejak, Gadis 14 Tahun di Lampung Tengah Ditemukan di Rumah Kontrakan
-
Tembus Rp232 Miliar! Pajak Kendaraan Jadi Mesin Utama Pembangunan Bandar Lampung
-
Miliaran Rupiah KUR Justru Mengalir Deras ke Desa-Desa di Lampung