SuaraLampung.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) pada bulan September 2022 di Kota Bandar Lampung mengalami penurunan dibanding Agustus 2022.
Data di Dinas Kesehatan Bandar Lampung, kasus DBD di bulan September 2022 hanya 59 orang. Sementara di bulan Agustus 2022 mencapai 101 kasus.
"Bila dibandingkan pada Agustus yang mencapai 101 kasus DBD, bulan September terjadi penurunan sebanyak 59 kasus DBD," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Desti Mega Putri, Senin.
Dia mengungkapkan bahwa secara keseluruhan dari bulan Januari hingga Agustus jumlah kasus DBD di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 1.246 kasus. Dengan jumlah kasus DBD terbanyak ada pada bulan Januari mencapai 217 orang terinfeksi DBD.
"Pada Februari kasus DBD di kota ini sebanyak 177 kasus, Maret 158 kasus, April 126 kasus, Mei 126 kasus, dan Juni terdapat 131 kasus dan Agustus 101 kasus serta September hanya 59 kasus," kata dia.
Dia mengatakan bahwa dalam upaya mengantisipasi penyebaran kasus DBD, Dinkes melakukan sejumlah upaya pencegahan seerti gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J), yang melibatkan anggota keluarga.
"Kemudian kami juga melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala yang fokus dilakukan di daerah pemukiman maupun ditempat-tempat umum," ujarnya.
Selain itu, ia pun mengatakan bahwa, dinkes juga telah melaksanakan promosi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang kewaspadaan dan upaya pencegahan DBD.
Kemudian, lanjut dia, pihaknya pun telah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumahnya terutama terhadap tempat bersarangnya nyamuk jenis aedes aegypti.
Baca Juga: 12 Warga Bandar Lampung Korban Bencana Alam Dapat Bantuan dari Pemkot
"Kita selalu sarankan agar masyarakat jaga kebersihan dengan pola 3M yakni menguras, menutup tempat penampungan air serta mengubur sampah atau barang bekas, prilaku ini pun penting guna pencegahan DBD," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
12 Warga Bandar Lampung Korban Bencana Alam Dapat Bantuan dari Pemkot
-
Warga Kaget Lihat Mayat Mengambang di Pantai Sukaraja, Diduga WNA
-
BMKG Prediksi Kota Bandar Lampung Diguyur Hujan Hingga Malam Hari
-
Kelompok Masyarakat Diminta Lebih Gencar Edukasi Tanggulangi DBD
-
Ribuan Ikan Naik ke Daratan di Pesisir Bandar Lampung, Ini Hasil Pengecekan Polda Lampung
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Senjata Begal Macet Saat Tembak Pemilik Motor di Bengkel Sukabumi
-
Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak
-
Zaki Tak Ada Lagi di Dek Kapal: Pencarian 20 Mil Laut di Selat Sunda Masih Nihil
-
Hanya Tersisa Golok dan Motor: Aminudin Hilang di Balik Rimbun Eceng Gondok Way Rarem
-
Hantaman Maut Kapal Kargo di Perairan Kalianda: Tim SAR Sisir Laut Cari Nelayan yang Hilang