SuaraLampung.id - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yayan Ruchyansyah tetiba semprot puluhan penyuluh kehutan ketika Tenaga Ahli Mentri Lingkungan Hidup (LHK) Eka Widodo Soegiri memberikan materi tentang hutan. Peristiwa itu terjadi saat momen pelantikan ketua Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia Provinsi Lampung, di Desa Kariya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Selasa (9/8/2022).
Yayan tiba tiba berdiri dari tempat duduk dan mengambil alat mikrophone hingga mengatakan bahwa sebagian banyak peserta penyuluh yang tidak serius mendengarkan ilmu ilmu tentang kehutanan yang diberikan oleh tenaga ahli Mentri LHK.
"Kalian tidak menghargai siapa yang bicara di depan, seharusnya kalian bangga dengan kehadiran pak Eka, pak Eka ini tenaga ahli Mentri , materi yang disampaikan tadi sangat perlu".Tegas Yayan di hadapan puluhan pendamping se Provinsi Lampung.
Yayan juga meminta kepada audiens untuk menyampaikan kesimpulan apa yang dikatakan tenaga ahli Mentri LHK Eka Widodo Soegiri, namun sejumlah peserta ditunjuk malah tidak bisa memberikan kesimpulan karena tidak serius mendengarkan apa yang di sampaikan narasumber.
Kesimpulan yang disampaikan oleh tenaga ahli Mentri LHK Eka Widodo Soegiri, dengan memberikan gambaran dokumenter video hutan buatannya, bisa menjadi inspirasi bagi penyuluh wilayah Lampung untuk berkreasi, berinovasi dengan tidak selalu mengandalkan APBN.
"Penyuluh bisa mengembangkan iklim mikro dengan membuat hutan tanpa di wilayah kehutanan, setelah hutan mikro buatan tumbuh seperti hutan tinggal di kembangkan sebagai ekowisata,"kata Eka Widodo Soegiri.
Eka juga mengatakan untuk memulihkan kerusakan hutan di Lampung perlu dilakukan identifikasi kondisi lapangan secara kongkrit termasuk aspek aspek sosial karena problemnya problem sosial sehingga penangan nya harus melalui rekayasa sosial.
"Membangun kebersamaan itu perlu, pertama hutan itu penting kedua kesejahteraan masyarakat itu utama dan ketiga harus ada keseimbangan ekosistem," kata Eka Widodo Soegiri.
Sehingga manusia harus bisa melakukan penanaman yang berfungsi sebagai hutan, tapi juga bermanfaat bagi manusia, contohnya kata Eka Widodo Soegiri, yaitu tanaman yang tidak di potong kayunya tapi bermanfaat seperti jenis tanaman buah, namun struktur pohon berperan sebagi kayu hutan.
Baca Juga: Update Jumlah Pemilih Pemilu 2024 di Lampung: 5,8 Juta Pemilih Pada Juli 2022
"Saya sudah sarankan kepada pak kepala dinas agar di sampaikan kepada pak Gubernur bahwa pola pola yang saya sampaikan bisa di gunakan di Lampung," kata dia.
Eka menegaskan kepada seluruh penyuluh kehutanan wilayah Lampung, harus menjadi garda terdepan untuk memulihkan kelestarian hutan di Lampung yang sudah terkontaminasi oleh manusia, penyuluh harus memiliki kreativitas tinggi dalam pengelolaan hutan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah mengatakan, secara keseluruhan Lampung memiliki luasan hutan 1,4 juta hektare, namun provinsi Lampung mengelola 564.950 hektare, sementara sisa nya di kelola kementerian LHK, yang terbagi menjadi 17 KPH.
"Dari jumlah luasan tersebut yang betul betul masih kondisi hutan hanya 13,63 peren. Sementara sisanya 80 sekian persen sudah ada aktivitas manusia nya," kata Yayan.
Kondisi hutan yang ada aktivitas manusia nya sudah terjadi hingga bertahun tahun dengan pola tanaman rata rata palawija bukan tanaman struktur hutan, manusia nekat merambah hutan karena kebutuhan pokok lahan pertanian dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas dan terjadi pengangguran.
"Yang masih menjadi PR kami kedepan merubah pola pikir mereka yang beraktivitas didalam hutan dengan melakukan penanaman pohon yang bisa bermanfaat seperti jenis buah buahan," terang Yayan.
Berita Terkait
-
Update Jumlah Pemilih Pemilu 2024 di Lampung: 5,8 Juta Pemilih Pada Juli 2022
-
Emosi Mendapati Video Porno Istri Bersama Pria Lain, Suami di Lampung Lapor Polisi
-
BUMN dan Maspro Sumbagsel Dukung Lampung Jadi Lumbung Pangan Nasional
-
Cemburu Istrinya Didekati, Suami di Lampung Aniaya Pengusaha Kafe
-
9 Pelajar Ditangkap Polisi Gegara Iseng Lempar Batu ke Bus Damri di Tol Lampung
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot