SuaraLampung.id - Dibukanya kunjungan tatap muka, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung membentuk tim pengamanan khusus.
Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Bandar Lampung Yusuf Priyo Widodo mengatakan, pembentukan tim pengamanan bertujuan meningkatkan kembali pengamanan saat kunjungan tatap muka.
Dalam pembentukan tim tersebut, pihaknya menempatkan 10 petugas keamanan dalam satu tim yang ditempatkan baik di luar maupun di dalam rutan.
"Setiap tim kita bagi 10 anggota. Masing-masing anggota kita tempatkan di bagian pendaftaran, pemeriksaan barang, penggeledahan badan, pengawasan ruang kunjungan, dan pengawasan lokasi video call bagi," kata dia.
Yusuf menambahkan selama tiga hari setelah dibukanya kunjungan secara tatap muka, ada sebanyak 200 warga binaan yang telah menerima kunjungan dari keluarganya.
Kunjungan secara tatap muka tersebut, lanjut dia, dikhususkan untuk keluarga inti yang telah memenuhi persyaratan seperti identitas KTP, KK, dan vaksinasi booster.
"Kita khususkan dulu untuk keluarga inti warga binaan yang telah memenuhi syarat. Jika yang tidak memenuhi syarat, salah satunya seperti vaksinasi booster dapat diganti dengan menunjukkan surat antigen. Namun jika tidak bisa menunjukkan surat antigen juga, maka keluarga bisa melakukan tatap muka secara online melalui fasilitas video call yang kita sediakan," kata dia.
Ia mengimbau kepada keluarga warga binaan agar tidak membawa dan mencoba menyelundupkan barang-barang terlarang ke dalam rutan.
Pihaknya akan menindak tegas setiap keluarga warga binaan yang ketahuan membawa barang terlarang.
Baca Juga: Lapas Bandar Lampung Sudah Buka Kunjungan Tatap Muka untuk Napi
"Kita minta kerja samanya, karena jika ketahuan oleh petugas maka kami akan menindak tegas dan tidak memandang bulu," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Lapas Bandar Lampung Sudah Buka Kunjungan Tatap Muka untuk Napi
-
Ratusan Warga Binaan Lapas Padang Disuntik Vaksin Booster
-
Unik! Warga Binaan Rutan Solo Dibekali Skill Barista, Racik Biji Kopi hingga Enak Diseduh
-
Ratusan WBP Ikut Rukiah Massal di Lapas Banyuwangi, 1 Orang Ngamuk Menggeram
-
Rutan Kelas II B Karimun Sudah Kepenuhan: Kapasitas 200 Diisi 502 Tahanan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lampung Memasuki Era Aging Population, Apa Itu?
-
Lampung Melesat di Peringkat 2 Sumatera! BI Prediksi Ekonomi Terus Ngegas Hingga Akhir 2026
-
Tiga Hari Hilang Misterius, Penyelam Panah Ikan di Way Rarem Ditemukan Tak Bernyawa
-
Benarkah Operasional Panas Bumi Picu Gempa? PGE Ulubelu Buka Suara Soal Guncangan di Tanggamus
-
Senjata Begal Macet Saat Tembak Pemilik Motor di Bengkel Sukabumi