SuaraLampung.id - Sebagian jamaah calon haji asal Indonesia tidak bisa mengikut sunah tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1443 hijriah.
Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijjah.
Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jamaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan wukuf di Arafah.
Tidak ikut sertanya sebagian jamaah calon haji asal Indonesia dalam ibadah tarwiyah karena mahalnya biaya untuk melakukan ibadah sunah tersebut.
"Sebenarnya bukan mengundurkan diri tapi jamaah mikir lagi untuk tarwiyah karena bayarnya mahal 450 riyal per jamaah," kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Ansor kepada Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Rabu (6/7/2022).
Biaya yang dikeluarkan setiap jamaah untuk semalam di Mina sebelum puncak haji itu bervariasi, ada yang membayar sebesar 250-300 Saudi Riyal hingga 450 Riyal setara Rp1,8 juta dengan kurs Rp4.000.
Biaya tersebut untuk transportasi dan konsumsi selama mabit di Mina untuk tarwiyah. Mereka akan dijemput dari hotel ke Mina untuk melaksanakan sunah tarwiyah.
"Uangnya masuk ke Maktab sendiri, perusahaan sendiri. Justru datanya diminta ke kami, kami disuruh fasilitasi tapi kami tidak ada uang sepersen pun di dalamnya terkait segala macamnya. Memang itu murni bisnis mereka lah di maktabnya dari syarikahnya. Jadi apalagi kendaraan punya kita operasional jamaah. Akomodasi konsumsi sudah mereka dapat," kata Ansor.
Menurut Ansor, biaya sunah tarwiyah naik cukup signifikan. Sebelumnya hanya 50 riyal sampai 100 riyal. Tapi kini naik menjadi 450 riyal atau setara Rp1,8 juta.
Baca Juga: Tekan Angka Kematian, 30 Jamaah Haji Risiko Tinggi Jadi Perhatian saat Armuzna
Menjelang penutupan pendaftaran sunah tarwiyah, sebanyak 4.659 jamaah calon haji ikut daftar tarwiyah. Namun 300 jamaah mempertimbangkan kembali ikut sunah tarwiyah.
Sementara, terdata embarkasi Solo (SOC) Jawa Tengah menyumbang jamaah paling banyak yang ikut tarwiyah sekitar 1.600, disusul jamaah dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) sebanyak 1.300 lebih.
Seluruh jamaah haji yang melaksanakan tarwiyah harus membuat pernyataan bermaterai. Pemerintah tidak melarang jamaah untuk ikut tarwiyah namun juga tidak memfasilitasi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tekan Angka Kematian, 30 Jamaah Haji Risiko Tinggi Jadi Perhatian saat Armuzna
-
Jelang Puncak Haji, Jamaah Wafat 22 Orang, sakit 120 Orang
-
Ridwan Kamil Haji atas Nama Eril, Ini yang Dilakukannya di Tanah Suci
-
Ibadah Sunnah Tarwiyah, Segini Biaya yang Ditanggung Jemaah
-
Banjir Pujian Pelaksaan Haji, Menteri Agama: Ini Kebanggaan Bagi Bangsa dan Negara
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik