Agama kata UAH tidak melarang umatnya untuk kaya, punya kedudukan dan berilmu. Namun semua itu dijadikan sebagai bekal mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan kemuliaan akhirat.
Menurutnya sudah banyak orang pintar, kaya, kuat di masa lalu yang tidak mampu menjadikan itu kemuliaan akhirat maka sia-sia.
Semuanya hanya menjadi kisah yang diviralkan untuk diantisipasi agar tidak terjadi lagi seperti demikian. Itulah Firaun, Qarun, Haman dan turunan-turunannya. Orang-orang ini bermasalah. Bahkan sampai sekarang tidak ada orang yang mau disebut Firaun, Qarun, Haman dan turunan-turunannya," tuturnya.
Karena itu dengan kesadaran dimaksud, UAH mengajak para crazy rich dan sultan menjadikan segala kemewahan dunia yang telah Allah titipkan untuk membangun kebahagiaan, kemakmuran yang mengantarkan kita pada kemuliaan akhirat dan ridha Allah SWT.
"Viral di dunia itu bagus tapi viral di akhirat itu lebih utama," tutup Ustaz Adi Hidayat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
-
Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi